Jakarta, GPriority.co.id – Pembangunan IKN kembali jadi sorotan. Kali ini mata publik tertuju pada Monumen Tugu Titik Nol IKN yang desainnya membuat publik ‘geleng-geleng’.
Hal ini ramai seketika usai sebuah postingan memperlihatkan teks “lorem ipsum” atau “lorem ipsum dolor sit amet” pada Tugu Titik Nol di ibu kota baru, IKN, baru-baru ini beredar di platform media sosial X.
Banyak pengguna X yang merasa bingung dan beberapa cukup kritis, menyoroti teks placeholder, yang biasanya digunakan dalam mockup desain grafis, namun terdapat di tugu sungguhan.
Menanggapi berita heboh itu, tugu tersebut kemudian terlihat ditutupi dengan lembaran plastik biru, berdasarkan foto resmi. Pelaksana Tugas Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Otoritas IKN (OIKN), Danis H Sumadilaga, menjelaskan bahwa penutup tersebut bersifat sementara sambil menunggu finalisasi kata-kata resmi yang akan menjelaskan latar belakang dan visi di balik Nusantara, ibu kota masa depan.
Pembangunan IKN Sempat Disebut Mangkrak
Sebelumnya pembangunan IKN sempat disebut mangkrak karena adanya kebijakan efisiensi anggaran. Menanggapi hal tersebut, Kepala Otorita IKN (OIKN) Basuki Hadimuljono, secara tegas mengatakan jika proyek IKN tetap berjalan, dan mayoritas pegawai OIKN bahkan juga sudah berkantor di sana.
“Kebanyakan dari OIKN sudah berkantor di sana. Yang di Jakarta saja dari kantor Menara Mandiri awal ada 17 lantai, ini sudah tinggal 5 lantai saja. Jadi ada optimis bahwa Maret 2025 semua karyawan OIKN bisa bekerja di sana,” jelas Basuki seperti dikutip dari ANTARA.
Selain itu, anggaran IKN berpotensi bertambah dengan rencana Presiden Prabowo yang akan menambah hingga Rp 8,1 triliun. Nantinya total anggaran diperkirakan mencapai Rp 14,4 triliun dalam tahap pembangunan periode 2025-2029.
Kendati terdapat efisiensi anggaran, pemangkasan hanya terjadi pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) IKN dari Rp 6,3 triliun menjadi Rp 5,2 triliun. Sementara secara keseluruhan, anggaran IKN tahap kedua tetap sebesar Rp 48,8 triliun, yang didukung oleh skema kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KBPU) senilai Rp 60,93 triliun, beserta investasi sebesar Rp 6,49 triliun. Laporan ini menandakan bahwa pemerintah akan tetap berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan IKN sesuai rencana awal.
Foto : Dok. Istimewa
