Jakarta, GPriority.co.id – Tidur merupakan suatu bentuk re-charge diri agar tubuh dapat lebih bertenaga dan berenergi untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Selain dibantu dengan asupan makanan dan minuman serta menjalani pola hidup yang sehat, tidur yang cukup selama 7-8 jam setiap hari sangatlah disarankan. Namun, pernahkah anda merasa sudah cukup tidur tetapi masih merasa lemas?
Ternyata penyebabnya adalah karena istirahat bukan hanya soal tidur, lho! Ada 7 jenis istirahat selain tidur yang perlu anda tahu. Simak daftarnya berikut ini.
1. Istirahat fisik
Istirahat fisik adalah waktu dimana kita mengistirahatkan tubuh, disaat sudah merasa sangat capek. Istirahat fisik dapat berupa tidur yang cukup, meditasi, dan latihan pernapasan agar tubuh lebih rileks.
2. Istirahat mental
Istirahat mental dapat dilakukan dengan beristirahat di sela-sela kerja, menikmati ketenangan, menulis jurnal keseharian, mendengarkan musik kesukaan yang membuat rileks, serta olahraga jalan kaki.
3. Istirahat sosial
Istirahat sosial cenderung dilakukan oleh orang kepribadian introvert, setelah bertemu dengan banyak orang dalam kesehariannya. Namun, orang yang berkeperibadian ekstrovert juga perlu melakukan hal ini. Istirahat sosial bisa dilakukan dengan membangun hubungan yang authentic atau lebih intens dengan orang-orang terdekat, melakukan ‘me time’, serta bermain dengan hewan peliharaan anda.
4. Istirahat sensorik
Istirahat sensorik dilakukan setelah anda seharian bekerja dan untuk menghindarkan dari kaku-kakunya saraf pada tubuh anda. Istirahat sensorik yang dapat dilakukan diantaranya seperti mematikan semua gadget dan lampu saat tidur, serta menikmati ketenangan.
5. Istirahat spiritual
Percayalah, jika hubungan spiritual kita dengan Tuhan berada dalam kondisi baik, maka jiwa juga perlahan akan merasa lebih tenang menikmati kehidupan. Istirahat spiritual bisa dilakukan dalam bentuk bersyukur, berdoa, bermeditasi, dan berkomunitas atau berdiskusi dengan orang-orang yang punya pemikiran yang sama.
6. Istirahat emosional
Istirahat emosional juga sangat penting, agar menghindarkan atau mengurangi anda dari tingkat stres. Beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk istirahat emosional adalah tidak perlu selalu menyenangkan orang lain, selalu ungkapkan perasaan kepada seseorang yang anda percaya, konsultasi ke psikolog atau terapi, dan menulis jurnal atau diary tentang perasaan anda.
7. Istirahat kreatif
Istirahat kreatif dapat disalurkan dengan menikmati pemandangan alam serta rekreasi bersama orang tercinta. Hal ini dilakukan setelah sehari-hari anda sudah sibuk bekerja dan bergelut dengan berbagai tugas yang membuat stres anda meningkat.
Foto : Instagram / @ayafernandez_
