Jakarta, GPriority.co.id – Berat badan yang meningkat saat Lebaran Idulfitri merupakan hal yang kerap terjadi.
Pasalnya, momen Lebaran identik dengan beragam hidangan tinggi lemak dan gula, seperti opor ayam, rendang, sambal goreng ati, kue kering, hingga aneka minuman manis.
Kandungan gula dan lemak yang tinggi dalam makanan dan minuman tersebut dapat memicu kenaikan berat badan secara signifikan.
Jika tidak dikendalikan, peningkatan berat badan berlebih berisiko menyebabkan obesitas. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, diabetes, batu empedu, hingga gangguan pernapasan saat tidur.
Karena itu, penting untuk menjaga pola makan selama Lebaran agar berat badan tetap terkontrol.
Praktisi Kesehatan Masyarakat sekaligus Kepala Seksi Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Tamansari, dr. Ngabila Salama, membagikan sejumlah tips agar berat badan tetap normal saat Lebaran.
“Inget yaa lebaran jangan pada LEBAR-an. Inget motivasi kuatnya untuk diet, makanan dan minuman itu hanya indah di mata, hitung 1-100 klo mau makan sesuatu, cobain dikit-dikir aja biar gak penasaran,” kata dr Ngabila, Kamis (19/3).
Ia juga mengingatkan pentingnya memperbanyak konsumsi air putih.
“Banyak minum air putih biar gak khilaf, 10 gelas per hari (1 gelas sebelum dan sesudah solat),” ucapnya.
Selain itu, dr Ngabila mengingatkan bahwa tiga butir kue nastar setara dengan satu porsi nasi, sehingga perlu dibatasi.
“Inget 3 butir nastar = 1 porsi nasi. Kurangi 5G! Gula, garam, gluten, gorengan, gratisan!,” pungkasnya.
