Jakarta, GPriority.co.id – Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Pada bulan ini, segala amalan di dalamnya, terutama pada hari Asyura, memiliki keutamaan yang sangat besar.
Di tahun 2026 ini, Bulan Muharram 1448 H akan dimulai pada hari Selasa, 16 Juni 2026. Pada tanggal ini juga ditetapkan sebagai Tahun Baru Islam 1448 H dan merupakan hari libur nasional di Indonesia.
Adapun beberapa keutamaan dan kemuliaan bulan Muharram, antara lain :
1. Allah SWT mengkhususkan bulan ini dengan sebutan Syahrullah atau Bulan Allah sebagai tanda keagungan dan kemuliaannya.
2. Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa yang paling utama setelah bulan Ramadan ialah puasa di bulan Muharram.
3. Terdapat hari Asyura, di mana Allah menyelamatkan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Firaun. Berpuasa pada hari ini diyakini dapat menghapus dosa setahun yang lalu.
4. Setiap kebaikan yang dikerjakan akan mendapatkan pahala yang lebih besar. Namun sebaliknya, perbuatan maksiat juga mendatangkan dosa yang lebih besar.
5. Muharram merupakan pembuka kalender Hijriyah, menjadikannya momentum terbaik untuk bermuhasabah dan berhijrah menjadi pribadi yang lebih baik.
Berikut ini 4 tanggal penting pada bulan Muharram.
– Puasa Tasua : 24 Juni 2026 (9 Muharram)
– Puasa Asyura : 25 Juni 2026 ( 10 Muharram)
– Puasa 11 Muharram : 26 Juni 2026 (11 Muharram)
– Puasa Ayyamul Bidh : 28-30 Juni 2026 (13-15 Muharram)
Sementara itu, amalan-amalan bulan Muharram antara lain :
– Melaksanakan puasa sunnah Tasua & Asyura
– Meminum susu putih saat malam 1 Muharram
– Melakukan sholat
– Bersedekah kepada yang membutuhkan
– Menyambung tali silaturahmi dengan keluarga dan saudara
– Menyucikan diri dengan mandi
– Berziarah kepada makam leluhur atau ulama
– Memakai celak di mata
– Memotong kuku atau menjaga kebersihan diri
– Mengusap kepala anak yatim dengan mendoakan kebaikannya
– Membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak 1000 kali
– Menjenguk orang yang sedang sakit
– Memperbanyak doa kepada Allah SWT
– Berdzikir kepada Allah SWT
– Membaca dan mengamalkan Al-Quran
– Menghindari segala macam perbuatan maksiat.
Berikut ini Doa Akhir Tahun yang dapat dibaca pada waktu Ashar di akhir bulan Dzulhijjah.
اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِيْ هٰذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِيْ عَنْهُ فَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَنَسِيْتُهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ بَعْدَ جُرْأَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّيْ أَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْ لِيْ. وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِنْ عَمَلٍ تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِيْ عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْأَلُكَ اَللّٰهُمَّ يَا كَرِيْمُ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ أَنْ تَقَبَّلَهُ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ
Latinnya:
Allahumma maa ‘amiltu fii hadhihis sanati mimma nahaitanii ‘anhu falam atub minhu, wa lam tardhahu, wa nasiituhu wa lam tansahu, wa da’autanii ilat taubati ba’da jur’ati ‘ala ma’shiyatika, fa-inni astaghfiruka, faghfir lii. Wa maa ‘amiltu fiiha min ‘amalin tardhahu wa wa’adtanii ‘alaihis tsawab, fa-as-aluka allahumma ya kariim ya dzal jalali wal ikram, an taqabbalahu minni wa laa taqtha’ rajaa’i minka ya kariim.
Artinya:
“Ya Allah, apa yang telah aku kerjakan pada tahun ini dari apa yang Engkau larang, lalu aku belum bertaubat darinya, dan Engkau tidak meridhoinya, dan aku melupakannya padahal Engkau tidak melupakannya, dan Engkau telah mengajakku untuk bertaubat setelah keberanianku melakukan kemaksiatan kepada-Mu, maka aku memohon ampunan-Mu, ampunilah aku. Dan apa yang telah aku kerjakan pada tahun ini dari amal yang Engkau ridhoi dan Engkau janjikan pahala atasnya, maka aku memohon kepada-Mu ya Allah, wahai Yang Maha Pemurah, wahai Yang Memiliki Kebesaran dan Kemuliaan, agar Engkau menerimanya dariku dan janganlah Engkau putuskan harapanku kepada-Mu, wahai Yang Maha Pemurah.”
Selain itu, inilah Doa Awal Tahun yang dapat dibaca pada malam 1 Muharram setelah sholat Maghrib.
اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِيُّ الْقَدِيْمُ الْأَوَّلُ، وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ الْمُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالْعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الْأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالِاشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
Latinnya:
Allahumma antal-abadiyyul qadiimul awwal. Wa ‘ala fadlikal-‘azimi wa karimi juudikal-mu’awwal. Hadza ‘amun jadidun qad aqbal. As’alukal-‘ishmata fihi minas-syathani wa auliya’ih, wal-auna ‘ala hadzihin-nafsil-ammarati bis-suu’, wal-ishtighala bima yuqarribuni ilaika zulfa ya dzal-jalali wal-ikram.
Artinya:
“Ya Allah, Engkau Yang Maha Kekal, Yang Maha Dahulu, Yang Maha Awal. Dan atas karunia-Mu yang agung dan kemurahan-Mu yang mulia Engkau menjadi sandaran. Dan ini tahun baru telah tiba, aku memohon kepada-Mu perlindungan di dalamnya dari setan dan wali-walinya, pertolongan dalam menghadapi nafsu yang selalu menyuruh pada keburukan, dan kesibukan dalam melakukan apa yang mendekatkan diriku kepada-Mu sedekat-dekatnya, wahai Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.”
