Penulis : Hanafi | Editor : Haris | Sumber Foto: Kemenkes
Jakarta,GPriority.co.id – Dalam rangka mempercepat penurunan angka prevalensi stunting masyarakat Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berencana mencanangkan Penimbangan Bulanan Nasional Terintegrasi (PBNT).
Gerakan PBNT merupakan gerakan pemerintah yang diprakarsai oleh Menko PMK, Menkes, Mendagri, dan Kepala BKKBN pada akhir Februari lalu.
Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam keterangannya menyatakan bahwa saat ini angka stunting yang terjadi di Indonesia menjadi prioritas utama Kemenkes.
“Upaya yang dilakukan untuk mencapai penurunan tersebut adalah dengan memperbaiki waktu penimbangan anak, sebelumnya diukur lima tahun sekali harus diubah menjadi sebulan sekali,” kata Budi Gunadi.
Budi menambahkan, terdapat beberapa kondisi dan intervensi yang dilakukan oleh pemerintah untuk mencegah stunting, diantaranya adalah:
- Mencegah kekurangan darah/anemia pada calon ibu yang saat ini masih remaja. Untuk itu, kemenkes memprogramkan pemberian tablet tambah darah dan diminum oleh remaja putri.
- Mengintervensi dan mengajak para ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan kandungan dengan USG, selain itu juga memberikan intervensi gizi melalui pemberian makanan yang kaya dengan protein hewani.
- Menjaga asupan gizi kepada bayi yang baru lahir, dan rutin dilakukan penimbangan berat badan sebulan sekali.
Dengan adanya intervensi tersebut, diharapkan percepatan penurunan stunting di tengah masyarakat Indonesia dapat terjadi, sehingga terbentuknya generasi penerus bangsa Indonesia yang sehat dan bebas stunting dapat segera tercapai.
