Design Teduh Tentang Rumah Doa

Jakarta,GPriority.co.id-Masih ingat salah satu latar belakang lokasi bertemunya pemeran utama dalam film “Ada Apa Dengan Cinta 2” ? Film yang sukses dan menjadi jawara dikancah perfilman Indonesia. AADC2 banyak mendapatkan apresiasi, salah satunya dengan jumlah penonton hingga 3.6 juta. Pada sebuah scene, Dian Sastrowardoyo (Cinta) dan Nicholas Saputra (Rangga) bertemu disebuah bangunan unik yang dikenal sebagai Gereja Ayam yang terletak di Kabupaten Magelang, tepatnya di perbatasan antara Jawa tengah dan Yogyakarta.

Bangunan Gereja Ayam ini digagas pengusaha Daniel Alamsjah di era tahun 90an. Daniel Alamsjah mendapatkan visi pada ditahun 1988 untuk membangun Rumah Doa bagi Segala Bangsa setelah dia melakukan doa semalam di tempat di mana Bukit Rhema dibangun.

Gereja Ayam bukan merupakan bangunan pertama dengan gubahan masa bangunan yang mengambil wujud binatang, khususnya burung merpati. Bangunan ini memiliki kembaran di pesisir Atlántida dengan nama El Aguila.

El Águila, yang juga dikenal sebagai Quimera, adalah sebuah bangunan yang terletak di resort Uruguay, Villa Argentina yang berjarak dua kilometer dari Atlántida. Bangunan ini didesain oleh Juan Torres, dengan pemilik Natalio Michelizzi, yang berkebangsaan Italia, akan tetapi telah menetap di Uruguay.

El Águila terdiri dari struktur batu buatan tangan, dengan kepala elang dan tubuh lumba-lumba, tanpa denah dan desain arsitektural.

Pada tahun 1997 El Águila dinyatakan sebagai Aset Pemerintah melalui resolusi kota, dan sejak tahun 2007 dinyatakan sebagai bangunan cagar budaya yang dilindungi oleh Pemerintah Kota Canelones. Pada tahun 2014, dimulai pekerjaan restorasi yang dipromosikan oleh LSM El Águila dan mencapai puncaknya pada tahun 2018. Mulai tahun 2020 El Águila adalah pusat wisata yang dilayanani oleh pemandu wisata. Saat ini bangunan tersebut merupakan pusat pameran fotografi, lukisan, dan tempat acara budaya.

Kembali ke Bukit Rhema, bangunan yang sering disebut sebegai Gereja Ayam, sebenarnya adalah bangunan yang berbentuk seperti burung merpati dengan mahkota diatas kepalanya.
Bangunan megah di atas bukit ini memiliki tujuh lantai yang masing-masing lantai memiliki cerita.

Lantai pertama,
Pada bangunan terdapat bilik-bilik seperti goa sebagai tempat berdoa untuk segala umat. Ruang doa terletak pada lantai pertama karena menurut Daniel Alamsyah segala sesuatu yang akan kita lakukan harus diawali dengan doa.

Lantai kedua,
Pada lantai ini terdapat hall atau ruangan paling luas yang melambangkan bahwa setiap manusia memiliki peluang besar untuk sukses. Pada ujung hall terdapat sebuah pohon kehidupan, pohon ini merupakan salah satu karya Bapak Daniel Alamsjah yang berisi pesan dalam bentuk tertulis. Tiga cawan terdapat pada pohon yang setiap cawan isinya berbeda, untuk pengunjung yang datang dengan keluarga bisa ambil cawan yang partama, untuk yang datang bersama kekasih bisa ambil cawan kedua, untuk yang datang bersama teman bisa ambil dicawan yang ketiga.

Lantai ketiga,
Pada lantai ini terdapat lukisan karya dari orang-orang panti rehabilitasi, yang menggambarkan bahwa kehidupan manusia itu tidak ada yang sempurna, kadang ada yang terjerumus ke hal-hal negatif sepeti narkoba dan kenakalan remaja. Lukisan tersebut bertujuan untuk memberi pesan kepada para pengunjung supaya tidak mencoba narkoba dan menghindari kenakalan remaja.

Lantai keempat,
Pada lantai ini terdapat lukisan berbagai ragam agama, suku, adat, dan budaya Indonesia yang melambangkan Bhineka Tunggal Ika, sebagaimana tujuan awal didirikannya bangunan ini sebagai rumah doa bagi segala bangsa.

Lantai kelima,
Pada lantai ini terdapat lukisan yang menggambarkan karya Tuhan dan manusia seperti gunung dan bangunan. Menurut Bapak Daniel Alamsjah setiap manusia harus memiliki karya dan harus dilestarikan.

Lantai keenam,
Pada lantai ini merupakan bagian mulut bangunan yang menghadap ke timur tepat berhadapan dengan Candi Borobudur, dari mulut bangunan ini terlihat sunrise dengan pemandangan megahnya Candi Borobudur dan gagahnya Gunung Merapi. Mulut bangunan merpati yang terbuka melambangkan bahwa kesuksesan dekat dengan manusia. Di lantai ke enam menuju lantai tujuh terdapat tangga yang berliku-liku yang menggambarkan kesuksesan tidak bisa diperoleh begitu saja dengan mudah, kita harus melalui jalan yang berliku.

Lantai tujuh,
Ini merupakan lantai tertinggi pada bangunan ini yaitu bagian mahkota, dari mahkota terlihat Candi Borobudur, perbukitan menorah, dan gunung-gunung yang mengelilingi Kota magelang.
Gereja Ayam bisa dikatakan sebagai salah satu wujud ekspresi dari lokalitas budaya dan arsitektur yang mengadaptasi unsur religi dan budaya yang sangat beragam di Indonesia. Walau ide pluralisme budaya dan religi tak tersampaikan, kini bangunan tersebut telah menjadi salah satu ikon pariwisata di kota Yogyakarta.(#)