Jakarta, GPriority.co.id – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengingatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI agar tetap waspada terhadap tantangan alam dan kondisi global yang tengah bergejolak.
Hal tersebut disampaikan dalam acara BUMD Leaders Forum yang diinisiasi oleh Badan Pembinaan BUMD (BP BUMD) Provinsi DKI Jakarta bersama Bank Jakarta di Jakarta, Jumat (17/4).
“Tetapi saya juga menyampaikan karena sekarang ini kondisi geopolitik sedang struggling dan sebentar lagi ada El Nino diperkirakan dari April sampai September ini, maka saya minta juga mereka mempersiapkan itu,” tutur Pramono.
Ia optimistis, melalui konsolidasi yang kuat dan pembangunan budaya perusahaan (corporate culture) yang transparan dan profesional, BUMD Jakarta mampu menghadapi berbagai tantangan ke depan.
“Maka demikian mudah-mudahan konsolidasi BUMD dan membangun corporate culture yang lebih terbuka transparan dan dikelola secara profesional, saya yakin BUMD Jakarta makin siap,” tegasnya.
Pramono juga mengapresiasi forum bertema “Synergy for Resilience: Memperkokoh Peran BUMD sebagai Pilar Ekonomi dalam Ekosistem Jakarta Global City” tersebut. Menurutnya, forum ini menjadi wadah penting untuk menyamakan persepsi serta memperkuat kolaborasi di tengah tekanan global dan perubahan iklim.
“Saya mengharapkan agar dalam 1 tahun ke depan BUMD melakukan konsolidasi dan saya juga memberikan ruang kesempatan karena saat ini banyak BUMD-BUMD Jakarta yang sekarang ini sudah tidak menjadi pemain lokal antara lain Bank Jakarta, PAM Jaya, Dharma Jaya dan lain-lain dan itu saya yakin akan bisa memberikan banyak manfaat bagi Jakarta,” ujar Pramono.
Selain penyelarasan visi, forum ini juga membahas sejumlah isu strategis, seperti sinergi pembiayaan melalui Bank Jakarta, penjaminan melalui Jamkrida Jakarta, serta optimalisasi aset BUMD. Kepala BP BUMD menjelaskan bahwa fokus utama forum ini adalah memperkuat daya saing, kesehatan perusahaan, dan kapasitas pembiayaan pembangunan Jakarta.
Forum ini merupakan kelanjutan dari pertemuan sebelumnya pada Desember 2025, dengan tiga topik utama. Pertama, akselerasi kinerja investasi dan kemandirian finansial melalui skema creative financingdan sinergi pembiayaan. Pada Triwulan I 2026, telah ditandatangani fasilitas kredit Bank Jakarta untuk tiga BUMD, yakni PT Bank Jakarta, PT Perumda Dharma Jaya, dan Food Station Tjipinang.
Topik kedua membahas optimalisasi kinerja investasi dan pengembangan bisnis melalui sinergi penjaminan proyek strategis, termasuk penjaminan proyek BUMD oleh PT Jamkrida Jakarta serta optimalisasi penjaminan kredit.
Adapun topik ketiga berfokus pada peningkatan produktivitas aset strategis sebagai pendorong investasi dan sumber pendapatan baru, seperti pengembangan properti (hotel, hunian mixed-use, dan park & ride) serta infrastruktur pengolahan air limbah dan distribusi pangan.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kesepakatan kredit antara PAM Jaya dan Bank Jakarta. Melalui komitmen Collaboration Charter, BUMD diharapkan mampu bertransformasi menjadi institusi yang tangguh, profesional, serta berperan sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi Jakarta yang inklusif dan berkelanjutan.
