Dinkes DKI Temukan 579 Ribu Warga Jakarta Alami Obesitas

Ilustrasi orang dengan kelebihan berat badan (obesitas)/Foto : Dok. iStock Ilustrasi orang dengan kelebihan berat badan (obesitas)/Foto : Dok. iStock

Jakarta, GPriority.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menemukan bahwa sebanyak 579.812 dari 1.720.658 orang Jakarta mengalami obesitas sentral.

Temuan itu didapat setelah dilakukan pengukuran lingkar perut melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

“Sekitar 33,7 persen (dari orang yang diperiksa lingkar perut) mengalami obesitas sentral,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes DKI Jakarta, Sri Puji Wahyuni dikutip dari Antara, Kamis (6/11).

Selain itu, dari 446.116 orang yang menjalani pemeriksaan tingkat aktivitas fisik, ditemukan 423.521 orang atau 94,94 persen dinyatakan kurang beraktivitas fisik.

Puji menjelaskan, hingga Oktober 2025, terdapat 2.770.691 pendaftar program CKG, dengan 2.561.747 orang telah dilayani atau 92,46 persen dari total pendaftar. 

Hasil pemeriksaan menunjukkan temuan terbanyak berasal dari kelompok berisiko penyakit kardiovaskular, terutama obesitas sentral dan kurang aktivitas fisik.

Untuk menanggulangi kondisi tersebut, Dinkes DKI akan memperluas kegiatan skrining faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) melalui dua pendekatan:

1. Pelayanan di Fasilitas Kesehatan

Skrining rutin di seluruh puskesmas, puskesmas pembantu, dan Klinik Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai Pemprov DKI Jakarta.

2. Pendekatan Berbasis Komunitas

Pelaksanaan CKG komunitas di Posyandu, lingkungan kerja, sekolah, dan kegiatan masyarakat agar lebih mudah dijangkau warga.

Selain itu, Dinkes DKI juga menjalankan program gaya hidup sehat “Jakarta Berjaga” (Bergerak, Bekerja, Berolahraga, dan Bahagia) yang telah memasuki tahun kedua. Dalam program ini, peserta ditantang menyelesaikan 7.500 langkah per hari selama 21 hari berturut-turut.