Penulis : Dimas | Editor : Haris | Foto : Istimewa
Jakarta,GPriority.co.id-Pemerintah Indonesia saat ini tengah berupaya melakukan peralihan energi fosil menjadi terbarukan salah satunya menghentikan
operasi PLTU.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi
Energi (EBTKE), Dadan Kusdiana membeberka peralihan energi tersebut.
“Pertama, yaitu tidak boleh memberatkan keuangan negara,” ujar Dadan saat ditemui GPriority di Jakarta, Selasa (9/5).
Dia menjelaskan bahwa beberapa aset negara memerlukan pemodal atau ada yang beli (investor).
“Kedua, tidak boleh mempengaruhi aspek komersialnya dari IPPnya, jadi dia (perusahaan) tidak boleh rugi,” lanjutnya.
Dadan memproyeksikan perihal masuknya investor perusahaan sebagai pendaan dengan memberikan suku bunga.
“Nah ini yang kita coba cari cara dari pendanaan, dari luar baik itu green maupun dana-dana yang lebih murah jadi kalau dulu misal dia bangun PLTU dengan bunga 12 persen, sekarang kita dapat uang dengan bunga 3 persen kan ada spare disitu, nah ini bisa percepat. Nah ini yg sdg kita dorong,” ungkapnya.
Dadan juga mengaku tidak ingin memberatkan masyarakat dengan kenaikan listrik akibat peralihan energi fosil menjadi terbarukan.
Sebab, lanjut Dadan tidak ingin pensiun dini PLTU nantinya hanya berdampak negatif yaitu membuat tarif listrik menjadi naik.
