DP Batch Kedua Terbayarkan, Rafale di Depan Mata

Penulis : Ponco | Editor : Haris | Sumber Foto: Kemhan

Jakarta, Gpriority.co.id – Janji Menteri Pertahanan Prabowo Subianto untuk melengkapi alutsista TNI AU dengan kemampuan mumpuni semakin dibuktikan. Setelah ‘mengamankan’ pesanan 6 jet tempur rafale, Indonesia seperti dilaporkan media Prancis, La Tribune, juga telah melakukan pembayaran uang muka untuk pengadaan 18 rafale. Lantas apa saja yang telah dibuktikan rafale dalam operasi tempurnya selama ini yang membuat Indonesia kepincut memilikinya? Redaksi membaginya untuk anda.

Dalam prosesi penyematan wing penerbang dari TNI AU Menhan Prabowo berjanji untuk berbuat sekuat tenaga untuk membantu agar TNI AU memiliki alat-alat terbaik. Setelah proses pengadaan 6 jet tempur rafale batch pertama ‘aman.’ Kini batch kedua pengadaan 18 rafale dilaporkan media Prancis La Tribune telah dilakukan pembayaran uang muka. Seperti diketahui pada Februari 2022, Indonesia telah menandatangani pengadaan 42 jet tempur rafale yang terbagi dalam tiga batch. Batch pertama sebanyak 6 unit, kedua 18 unit adapun sisanya pada batch ketiga.

Dipilihnya rafale bukan tanpa alasan mengingat jet tempur milik TNI AU sudah memasuki usia yang tidak muda lagi. Begitu juga dengan kemampuan dan teknologinya sudah tidak sesuai dengan kondisi saat ini. Menurut Sekretaris Jenderal Kemhan Marsekal Madya TNI Donny Ermawan Taufanto Hubungan Indonesia-Perancis yang relatif tidak pasang surut juga menjadi alasan menjadikan Prancis sumber pengadaan alutsista bagi Indonesia. Disisi lain faktor kualitas pun menjadi hal penting dalam pemilihan alutsista. “Produk industri pertahanan Perancis juga nggak kalah dibandingkan dengan produk AS dan negara Eropa lainnya, bahkan kandungan lokal dalam negeri Perancis di produk alutsista sangat tinggi,” kata Donny.

Kemampuan rafale bahkan telah dibuktikan dalam beberapa operasi tempur Prancis seperti Operasi Harmattan di Libya pada 2011, Operasi Serval di Mali pada 2013, dan Opération Chammal menumpas ISIS di Irak pada 2014. Pada operasi-operasi itu Rafale sukses melakukan pemboman dengan bom pintar dari ketinggian maksimal.

Tak kalah garangnya, rafale bahkan sukses mempecundangi F-22 Raptor, jet tempur siluman yang hanya dimiliki Amerika dalam sebuah latihan dog fight. Dalam sebuah laporan dikatakan pertempuran tiruan pada November 2009, satu regu F-22 dari Sayap Tempur 1 Angkatan Udara di Virginia terbang ke Al Dhafra, di UEA, untuk berlatih dengan AU Prancis. Pada latihan simulasi itu rafale sukses menjatuhkan F-22 Raptor. Perlu diketahui F-22 Raptor adalah pesawat tempur generasi kelima, sementara rafale adalah generasi 4,5.