Jakarta, GPriority.co.id – Anggota Komisi VII DPR RI, Yoyok Riyo Sudibyo, menilai industri film di Tanah Air masih belum berjalan dengan adil.
Menurutnya, ekosistem penayangan film, baik di bioskop maupun platform streaming, masih didominasi oleh rumah produksi besar, sehingga menyulitkan sineas daerah untuk mendapatkan akses dan ruang distribusi.
“Saya menyampaikan tentang keadilan di industri kreatif ini. Indonesia kaya raya, termasuk orang-orangnya kreatif. Tapi kenapa itu-itu saja? Ini ya, Pak Menteri harus bedah. Masalah monopoli PH, itu-itu saja,”kata Yoyok dalam Rapat Kerja Komisi VII DPR dengan Menteri Ekonomi Kreatif, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (6/11).
Yoyok meminta pemerintah memberikan perhatian dan kesempatan kepada sineas-sineas Tanah Air, untuk memasarkan film mereka.
Ia menilai pelaku industri film di daerah juga memiliki kreativitas yang tidak kalah luar biasa dibanding rumah produksi besar.
“Biayai teman-teman kami yang ada di daerah yang punya kreativitas-kreativitas, tolong dampingi, Pak. Sampai mereka bisa masuk layar lebar. Jangan dikuasai oleh itu-itu saja. Hentikan itu,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan agar pemerintah tidak mengabaikan keresahan para pembuat film independen di daerah.
“Daripada nanti teman-teman yang suka buat film, yang kecil-kecil, dari daerah-daerah ini, nggak tahu loh kalau nanti geruduk, nggak tahu ke tempatnya siapa. Karena ini sekarang kan mereka sudah pusing semua.”tukas Yoyok.
