Dubes RI di Iran Imbau WNI Tetap Waspada Usai Serangan Israel

Dubes RI di Iran Imbau WNI Tetap Waspada Usai Serangan Israel Dubes RI di Iran Imbau WNI Tetap Waspada Usai Serangan Israel

Jakarta, GPriority.co.id – Kedutaan Besar Indonesia (Dubes RI) di Iran, belum lama ini mengimbau WNI (warga negara Indonesia) di Iran untuk tetap waspada dan berhati-hati, usai serangan udara Israel di negara tersebut.

Pesan tersebut dibagikan melalui akun Instagram resmi mereka (@indonesiaintehran) dan situs web. Mereka mengimbau warga negara Indonesia untuk menghindari keramaian dan area berisiko, membatasi pergerakan, menyimpan dokumen penting dengan aman, dan tetap berkomunikasi dengan kedutaan.

Warga negara juga diingatkan untuk mendaftar ke kedutaan dan mengikuti perkembangan terkini.

Jika anda belum mengetahuinya, Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Iran pada hari Jumat (13/6) lalu, yang dilaporkan menargetkan fasilitas nuklir, program rudal balistik, lokasi pengembangan senjata, dan bahkan ilmuwan nuklir, menurut AFP.

Sebagai tanggapan, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyatakan bahwa Iran telah meluncurkan 100 pesawat nirawak tempur ke Israel.

Serangan Israel sebelumnya menyasar kota-kota strategis di Iran seperti Teheran dan Natanz. Serangan tersebut menyebabkan tewasnya sejumlah pejabat militer tinggi Iran. Diantaranya Mayor Jenderal Mohammad Baqeri dan Hossein Salami. Mencoba membalas, Iran kemudian meluncurkan rudal ke Yerusalem dan Tel Aviv.

Di tengah konflik tersebut, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan mengungsi ke Yunani dan dikabarkan akan menyusun rencana strategi Israel ke depannya.

Dilansir dari AFP News, pesawat resmi milik Netanyahu terlihat mendarat di Athena, Yunani, dan menimbulkan beberapa dugaan.

Netanyahu dianggap hanya ingin aman sendiri, dan mencegah diri dari serangan balasan Iran. Yunani sendiri merupakan tempat netral untuk pertemuan darurat dengan pihak Amerika Serikat.

Seperti kita ketahui, Yunani merupakan sekutu militer Israel yang telah melakukan perjanjian kerja sama. Namun hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari kantor Netanyahu mengenai keberadaannya, begitupun dengan langkah selanjutnya yang akna dilakukan Israel pada konflik bersama Iran. 

Foto : Dok. The Independent