Michigan, GPriority.co.id – Politisi Demokrat Abdul El-Sayed memenangkan pemilu Senat AS dari Michigan, mengalahkan kandidat Republik Mike Rogers. Kemenangan itu menjadikan El-Sayed senator Muslim pertama dalam sejarah Amerika Serikat.
Associated Press menyatakan El-Sayed sebagai pemenang pada Rabu (4/11/2026) pukul 02.27 waktu setempat. Kursi tersebut merupakan kursi terbuka setelah Senator Gary Peters memutuskan tidak mencalonkan kembali.
Berdasarkan penghitungan yang dilaporkan NBC News, El-Sayed memperoleh 2.480.577 suara atau 52,4 persen, sementara Rogers meraih 2.154.946 suara atau 45,6 persen. Kandidat independen Lydia Christensen memperoleh 48.998 suara atau 1,0 persen.
Dengan demikian, El-Sayed unggul sekitar enam poin persentase atas Rogers. Angka tersebut masih dapat berubah seiring penyelesaian penghitungan suara, tetapi selisihnya cukup besar untuk menyatakan kemenangan.
El-Sayed mengalahkan Mike Rogers, mantan anggota DPR AS yang didukung Presiden Donald Trump. Kampanye Rogers sempat memuat tuduhan tanpa dasar yang mengaitkan El-Sayed dengan kelompok terorisme Islam, sementara Trump berulang kali menyebut El-Sayed sebagai “jihadist.”
El-Sayed juga harus melewati persaingan ketat di pemilihan pendahuluan Demokrat melawan anggota DPR Haley Stevens, yang memiliki dukungan besar dari establishment partai. Meski demikian, ia berhasil menang tipis lalu meraih kemenangan di pemilu umum.
Kemenangan El-Sayed menjadikannya Muslim pertama yang terpilih sebagai anggota Senat AS. Sebelumnya, tidak ada senator Muslim dalam sejarah lembaga tersebut.
Dalam pemilu ini, sejumlah kandidat Muslim juga mencalonkan diri di berbagai daerah, tetapi El-Sayed menjadi yang paling menonjol karena berhasil memenangkan kursi Senat di negara bagian battleground Michigan. Kemenangannya dianggap penting bagi upaya Demokrat memperkuat posisi mereka di Senat.
Ancaman Trump Jika Demokrat Kuasai Parlemen
Sebelum pemungutan suara ditutup, Presiden Donald Trump menyatakan siap menggunakan “kekuasaan luar biasa” yang menurutnya diberikan Mahkamah Agung apabila Demokrat menguasai Kongres. Ia menolak memprediksi hasil pemilu saat itu.
Trump juga menegaskan kesiapannya menggunakan hak veto terhadap rancangan undang-undang Demokrat bila diperlukan, dan menyebut dirinya rela disapa “Mr. Veto.” Ia menandaskan kemungkinan benturan besar antara cabang eksekutif dan Kongres apabila Demokrat memenangkan mayoritas di DPR maupun Senat.
Foto : El Sayed FB
