Jakarta, GPriority.co.id – Nampaknya teknologi terbaru Apple Vision Pro, tak akan banyak terjual berkat keluhan para penggunanya baru-baru ini yang alami sakit kepala yang tak tertahankan. Para pengguna Apple Vision Pro ini juga mengaku mengalami ketegangan mata dan rasa mual yang mirip dengan mabuk perjalanan.
Sebelumnya, lebih dari 200 ribu pasang kacamata inovatif ini, terjual selama pre-order sebelum dirilis ke publik pada 2 Februari lalu. Apple Vision Pro dijual dengan harga 3500 USD, atau sekitar Rp54 juta. Beberapa pengguna mengatakan bahwa teknologi VR ini merevolusi industri teknologi. Namun beberapa yang lain telah mengembalikan perangkat mereka ke Apple Store, akibat efek yang dirasakan setelah menggunakannya.
“Sakit kepala yang ekstrim (pertama dalam beberapa dekade). Saya tidak bisa memakainya lebih dari 10 menit. Terasa seperti sesi penyiksaan saat menggunakannya. Saya tidak tahu bagaimana semua streamer ini bisa bermain berjam-jam. Setelah 10 menit, saya merasa seperti akan terkena serangan jantung,” ujar seorang pengguna Apple Vision Pro pada postingan Reddit.
“Sayangnya saya juga mengalami sakit kepala parah saat memakai ini lebih dari 30-45 menit. Saya pikir dengan terus menggunakan, saya akan terbiasa dengan hal ini. Tetapi ternyata tidak. Saya akan mengembalikan Apple Vision Pro saya hari ini,” ungkap pengguna lainnya.
Sementara itu, yang lain mengatakan ketegangan mata akibat Apple Vision Pro tidak tertahankan. Ada juga pengguna lain mengklaim bahwa mereka menderita mabuk perjalanan akibat perangkat tersebut, dan mendesak orang lain yang rentan terhadap penyakit untuk menghindari produk Apple Vision Pro.
CEO Apple Tim Cook, pertama kali mengumumkan headset VR Apple Vision Pro, pada bulan Juni 2023 lalu.
“Vision Pro adalah kecanggihan baru yang menambah realitas dengan memadukan dunia nyata dan dunia digital secara mulus. Ini adalah produk Apple pertama yang benar-benar dapat anda lihat dan rasakan,” kata Cook.
Apple Vision Pro yang menyerupai seperangkat kacamata berteknologi tinggi ini, dilengkapi layar kaca dengan tampilan resolusi 4K untuk setiap mata pada bingkai paduan aluminium.
Perangkat ini memiliki headset yang dapat disesuaikan, serta ikat kepala yang dapat diregangkan. Perangkat ini berbobot sekitar 20 ons dan ketika dipasang di kepala seseorang, perangkat ini dapat menembakkan 23 juta piksel ke setiap bola mata, dan menjadikannya setara dengan resolusi TV 75 inci.
Berbeda dengan komputer, Vision Pro tidak memerlukan mouse atau keyboard. Sebaliknya, pengguna berinteraksi dengan tampilan virtual mereka menggunakan perintah suara, mata, dan tangan.
Tombol kecil yang disertakan pada headset, memungkinkan pengguna menyesuaikan seberapa banyak aplikasi yang mereka terlihat.
Foto : Journal du Geek
