Eropa Impor 200 Ton Bawang Hitam Indonesia

Kabar gembira disampaikan Kementerian Perdagangan, dalam sesi talk show terkait bawang hitam di Hongkong Cafe, Jakarta Pusat pada Selasa (14/9/2021), negara-negara Eropa meminta kepada Indonesia untuk melakukan impor bawang hitam.

“ Kemendag mencatat bahwa jumlah bawang hitam yang diminta negara Eropa untuk diekspor sebesar 200 ton. Dan hal ini telah saya sampaikan kepada petani dan juga pelaku UMKM. Saya yakin permintaan tersebut bisa terpenuhi,” ucap Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional,Didi Sumedi.

Menurut Didi, yang membuat ekspor bawang hitam meningkat di pangsa pasar Eropa adalah beragam manfaat yang didapat seperti mencegah penyakit kanker, menjaga fungsi otak, meningkatkan vitalitas, memperbaiki sistem pencernaan,menurunkan tekanan darah dan gula, menurunkan kolesterol hingga mengatasi asam urat.

Cony Sw Soebagio selaku Co Founder RBH Indonesia menyambut baik permintaan ini, bahkan pihaknya selaku distributor bawang hitam siap melakukan koordinasi dengan para petani dan juga distributor lainnya untuk memenuhi target tersebut.” Kami yakin bisa memenuhi target tersebut karena kami sendiri memiliki lahan pertanian bawang hitam seluas 4,3 Ha di Cirebon, Jawa,” ucap Cony

Cony sendiri mengakui bahwa meningkatnya permintaan bawang hitam sudah mulai terjadi pada awal tahun 2020 atau setelah pandemi terjadi di Indonesia. “ Setelah negara mengumumkan pandemi terjadi, permintaan bawang hitam meningkat. Tak hanya Indonesia, negara di belahan dunia termasuk Eropa dan Asia pun meminta untuk dikirimkan. Khasiat dan rasanya yang berbeda dengan bawang putih, menjadikan bawang hitam laris manis di pasaran,” jelas Cony.

Terkait harga per-kg nya untuk pasar Eropa, Cony menjelaskan bisa mencapai Rp.1 juta per-kg. Sedangkan di Indonesia bisa mencapai Rp.70 ribu per-kg.

Mengingat potensi yang sangat besar inilah maka, Cony mengajak para petani untuk turut serta menanam dan memproduksi bawang hitam. “Selain porang, bawang hitam kini menjadi komoditas ekspor pertanian yang paling banyak peminatnya, sehingga cocok dijadikan usaha baru di tengah pandemi ini,” tutup Cony.(Hs.Foto.Hs)

Related posts