Jakarta, GPriority.co.id – Mikroplastik menjadi masalah serius bagi tubuh manusia. Karena berukuran mini, benda ini bisa masuk ke organ dan jaringan manusia, bahkan tanpa disadari.
Mikroplastik dapat masuk ke tubuh ketika kita menggunakan alat makan berbahan plastik ketika makan dan minum. Bahkan, bernapas pun bisa membuat tumpukan partikel plastik di tubuh semakin banyak. Selain itu, benda ini juga bisa masuk lewat kulit kita. Artinya, setiap hari kita bisa terpapar partikel kecil plastik dari banyak jalur tanpa menyadarinya. Oleh sebab itu, isu ini membuat para peneliti di seluruh dunia kian waspada.
Menurut penelitian yang dilansir dari berbagai sumber, manusia dapat menelan sekitar 5 gram plastik setiap minggunya, setara dengan berat kartu ATM. Dalam setahun, jumlah mikroplastik yang masuk ke tubuh bisa mencapai 100.000-120.000 partikel.
Kabar baiknya, ilmuwan berhasil menemukan fakta bahwa asam jawa yang biasa digunakan untuk bumbu dapur, dapat membantu melarutkan mikroplastik pada tubuh. Asam jawa atau tamarind, sejak dulu sudah populer di Asia, termasuk Indonesia. Selain untuk bumbu masak, asam jawa juga biasa digunakan sebagai bahan pembuatan jamu.
Tumbuhan ini berasal dari Afrika Timur dan Madagaskar, lalu menyebar ke berbagai negara tropis. Di daerah Jawa, buah ini jadi bahan wajib untuk membuat banyak kuliner khas.
Studi terbaru mengatakan jika ekstrak asam jawa bisa mengikat hampir 90 persen mikroplastik dari air, setelah melalui uji laboratorium. Senyawa alaminya membuat semacam polimer alami yang dapat menangkap partikel plastik.
Namun, penelitian ini masih dalam tahap awal. Sehingga belum bisa dipastikan apakah asam jawa bisa benar-benar mendetoks mikroplastik di tubuh manusia. Namun dengan adanya penelitian tersebut, potensi asam jawa membuat dunia penelitian semakin semangat untuk mencari solusi untuk mengatasi masalah tersebut.
Dilansir dari Halodoc, asam jawa kaya akan kandungan fitonutrien yang berfungsi sebagai antioksidan kuat dan dapat meningkatkan pertahanan kekebalan alami tubuh.
Antioksidan sendiri sangat diperlukan untuk mengurangi dampak inflamasi dari stres oksidatif. Sehingga, asam jawa dapat memberi dampak anti-peradangan pada tubuh.
