3 Rutinitas Perawatan Kulit Wajah Untuk Hasil Maksimal, Jangan Sampai Salah!

Perawatan kulit wajah membutuhkan perhatian yang lebih ekstra/Foto : Ilustrasi Dok. iStock Perawatan kulit wajah membutuhkan perhatian yang lebih ekstra/Foto : Ilustrasi Dok. iStock

Jakarta, GPriority.co.id – Wajah memiliki kulit yang lebih tipis dibandinkan tubuh. Sehingga, membutuhkan sentuhan yang lebih lembut dibandingkan bagian tubuh lainnya.

Tak heran jika perawatan kulit wajah bisa lebih rumit dibandingkan perawatan pada bagian lain di tubuh. Sayangnya, banyak orang yang masih keliru dalam melakukannya. Akibatnya, hasil perawatan pun tidak maksimal.

Perlu diketahui, setiap orang memiliki jenis kulit yang berbeda. Sehingga, sabun atau pembersih yang cocok untuk orang dengan kulit berminyak bisa jadi tidak cocok untuk mereka yang memiliki kulit kering.

Dilansir dari laporan NY Post, para ahli dermatologi mengatakan jika rutinitas perawatan kulit harus dimulai dari tiga hal. Pertama, pembersih yang lembut, dilanjutkan dengan pelembab untuk menghidrasi wajah, serta tabir surya dengan kandungan minimal SPF 30.

Saat ini ditemukan banyak produk yang dapat mengiritasi kulit sensitif dan menjadi mubazir. Pasalnya, produk-produk tersebut memiliki kandungan yang sama. Dalam semua kasus, melindungi wajah dari sinar matahari menjadi kuncinya.

“Faktanya, sembilan dari 10 masalah perawatan kulit wajah dialami orang-orang yang datang kepada saya diperburuk oleh radiasi UV dari matahari,” ungkap Dr. Oyetewa Asempa, direktur klinik Skin of Color di Baylor College of Medicine.

Ia menambahkan, banyak masalah kulit seperti kerutan, pigmentasi gelap setelah ruam, dan bekas luka gelap akibat jerawat, diperburuk oleh sinar matahari.

Seiring bertambahnya usia, kulit kita memperlambat produksi kolagen yang menjaga kulit tetap kenyal dan elastis. Hal ini menyebabkan munculnya kerutan. Retinoid dan krim retinol dapat membantu mengatasi masalah tersebut. Namun, dokter kulit menyarankan untuk tidak menggunakannya jika berada di bawah usia 30 tahun.

Penggunaan retinoid dan krim retinol pada usia di bawah usia 30 tahun justru dapat menyebabkan lebih banyak masalah, salah satunya iritasi kulit. Bintik-bintik hitam dan sel kulit mati juga merupakan masalah umum dalam perawatan kulit.

Eksfoliasi atau mengangkat sel kulit mati dapat membantu. Namun dokter kulit menyarankan untuk menghindari produk yang mengandung butiran, garam, dan gula untuk mengeksfoliasi kulit wajah yang rapuh. Dokter menyarankan untuk melakukan eksfoliasi kimiawi dengan asam alfa-hidroksi atau asam beta-hidroksi. Namun pastikan anda menggunakan tabir surya jika menambahkan salah satu bahan ini ke dalam rangkaian perawatan kulit anda.

Di akhir, dokter kulit menekankan jika produk perawatan kulit wajah yang lebih mahal, belum tentu memberikan hasil yang lebih baik.

Contohnya seperti terapi red light atau lendir siput yang memiliki harga mahal. Namun, Dr. Jordan Lim, profesor dermatologi di Fakultas Kedokteran Universitas Emory mengatakan jangan sampai tertipu oleh harganya.

“Harga tidak sama dengan khasiatnya dan tidak sama dengan hasil yang lebih baik,” tekannya.