FBI Ungkap Isi Chat Terakhir Pembunuh Charlie Kirk, Tyler Robinson

Semasa hidup, Charlie Kirk dikenal sebagai sosok yang dikagumi banyak orang/Foto : Dok. The New York Times Semasa hidup, Charlie Kirk dikenal sebagai sosok yang dikagumi banyak orang/Foto : Dok. The New York Times

Amerika Serikat, GPriority.co.id – Insiden penembakan Charlie Kirk, aktivis sayap kanan Amerika Serikat dan pendukung Presiden Donald Trump, menyisakan rasa penasaran bagi publik hingga saat ini.

Terbaru, Direktur FBI Kash Patel, mengungkapkan isi chat terakhir pembunuh Charlie Kirk, Tyler Robinson pada Senin (15/9) lalu, sebagaimana dilansir dari NY Post.

“Yang ditemukan adalah pertukaran pesan teks dimana tersangka (Robinson), secara khusus menyatakan bahwa ia memiliki kesempatan untuk menghabisi Charlie Kirk dan ia melakukannya,” ungkap Patel saat tampil di acara Hannity di Fox News, belum lama ini.

“Dan ketika tersangka ditanya mengapa (membunuh), dia berkata, ‘Beberapa kebencian tidak dapat dinegosiasikan’,” tambah Patel.

Sebagai informasi, Robinson yang diketahui berusia 22 tahun tersebut, menembak Kirk dari atap gedung dari jarak ratusan meter dari sebuah acara di kampus Universitas Utah Valley, tempat aktivis konservatif berusia 31 tahun tersebut berbicara di hadapan khalayak ramai.

FBI telah mengumpulkan berbagai bukti melalui wawancara saksi, dan menunjukkan bahwa Robinson telah mengakui jika dirinya membunuh Kirk pada Rabu (10/9) lalu.

Saat disinggung apakah FBI tengah menyelidiki potensi kejadian secara lebih luas, Patel mengonfirmasi jika saat ini penyelidikan masih berlangsung.

“Kami mendedikasikan seluruh aset yang kami miliki untuk menjalankan analisis rantai daisy terbalik terhadap siapa pun yang berhubungan dengan tersangka yang saat ini ditahan, dan siapa pun yang dihubungi, ditelepon, dikirimi pesan teks, dan diajak mengobrol di platform media sosial daring,” kata Patel. 

“Kami menyita beberapa perangkat elektronik dari rumah tersangka dan pasangannya. Ada komputer, laptop, perangkat gim, dan ponsel,” tutupnya.

Sebelumnya, Kirk dinyatakan meninggal dunia usai ditembak di bagian leher saat menghadiri acara debat publik di Utah Valley University. Penembakan terjadi saat Kirk sedang menjawab pertanyaan dari salah satu mahasiswa. Dirinya sempat dilaporkan kritis, sebelum meninggal dunia.

Menurut Presiden Donald Trump, semasa hidup Kirk merupakan sosok yang dicintai serta dikagumi banyak orang, begitupun dirinya. Kepergian Kirk menyisakan duka yang mendalam, terutama bagi sang istri, Melania Kirk.