Freeport Mulai Jual Emas ke Antam, Erick Thohir: Bukti Sinergi Hilirisasi Ekonomi Nasional

Jakarta, GPriority.co.idPT Freeport Indonesia mulai menjual emas hasil olahannya kepada PT Aneka Tambang (Persero). Penjualan emas olahan Freeport seberat 125 kg ke Antam merupakan bagian dari kontrak kerja sama selama lima tahun dengan nilai mencapai 12,5 miliar dolar AS. 

Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengatakan hal ini bagian sinergi Mining Industry Indonesia (MIND ID) dalam hilirisasi emas dan mengurangi impor. Adapun fasilitas pemurnian Freeport memiliki kapasitas produksi mencapai 50 ton emas per tahun, Antam akan menyerap sebanyak 30 ton. 

“Kerja sama ini memberikan manfaat besar bagi perekonomian nasional. Hilirisasi adalah opsi yang tidak bisa ditawar,” ujar Erick dikutip Sabtu (22/2).

Erick menyampaikan, langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong Kabinet Merah Putih menjalankan program strategis, termasuk swasembada energi dan hilirisasi sumber daya alam. Adanya langkah strategis ini, Erick optimistis hilirisasi sektor pertambangan, khususnya emas, dapat semakin memperkuat posisi Indonesia di pasar global serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional. 

“Cadangan emas kita itu nomor enam terbesar di dunia sekitar 2.600 metric ton, tapi cadangan emas batangan, kita berada peringkat 43 dunia,” ucap Erick. 

Adanya kerja sama Freeport dan Antam, lanjut Erick, Indonesia tidak harus mengirimkan raw material, melainkan semua sudah bisa diproses di dalam negeri dan memberikan nilai tambah bagi ekonomi nasional. Menurut Erick, kerja sama ini akan memberikan dampak besar bagi ketahanan ekonomi Indonesia. 

“Freeport memproduksi 50 ton emas, dan Antam menyerap 30 ton. Dampaknya luar biasa karena mampu menghemat cadangan devisa hingga ratusan triliun dalam lima tahun,” kata Erick. 

Erick menyebut penjualan emas ini merupakan tindak lanjut dari perjanjian jual beli logam emas antara Freeport dan Antam yang telah disepakati pada awal November lalu. Adapun kerja sama ini juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan Antam terhadap impor bahan baku logam mulia, terutama emas batangan. 

Sementara itu Direktur Utama Antam Nico Kanter menambahkan sinergi yang dijalin bersama PT Freeport Indonesia merupakan wujud hilirisasi industri emas di Indonesia. 

“Adanya kerjasama ini tentunya membantu Antam meningkatkan sourcing bahan baku emas dari dalam negeri. Emas dari PT Freeport Indonesia nantinya akan diolah di Pabrik Pengolahan dan Pemurnian milik kami diproses menjadi produk logam mulia Antam,” katanya. 

Nico menyebut kerja sama ini akan mengoptimalkan produksi produk emas logam mulia Antam di tengah tingginya permintaan pasar

“Adanya kepastian sourcing bahan baku emas dalam negeri di tengah momentum rekor tertinggi, harga emas akan memberikan kepastian kepada masyarakat mengenai ketersediaan produk logam mulia Antam. Kami terus mengoptimalkan produksi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan tentunya akan meningkatkan kinerja Antam,” ucapnya. 

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menambahkan insiden yang terjadi di salah satu fasilitas kompleks Smelter PTFI tidak membuat perusahaan berhenti untuk menjalankan komitmen perusahaan untuk hilirisasi pertambangan. Pembangunan PMR telah selesai dan memproduksi emas murni merupakan bukti keseriusan PTFI dalam menjalankan hilirisasi. 

“Sebagai perusahaan yang memiliki pengolahan dan pemurnian terintegrasi dalam negeri mulai hulu hingga hilir, PTFI telah mewujudkan hilirisasi tembaga dan saat ini hilirisasi emas. Dalam waktu dekat akan menyusul hilirisasi perak,” kata Tony.

Foto: Dok. Freeport Indonesia