Gerak Cepat Kementan Cegah Virus ASF

Jakarta,GPriority.co.id-Virus african Swine Fever (ASF) merupakan virus yang menyerang hewan babi. Kabarnya sudah masuk ke belahan dunia. Untuk itulah Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan gerak cepat untuk mencegahnya.

“Langkah yang akan diambil adalah pemetaan, mitigasi dan simulasi, terutama di daerah yang populasi babinya tinggi di Indonesia.Mitigasi lapangan dilakukan dengan mencegah masuknya sampah pesawat terutama dari negara-negara yang sudah tercemar virus ASF,” kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita dalam siaran persnya, Selasa (24/1/2023).

Menurut Ketut Diarmita, potensi penyebaran virus ASF selain dari sampah pesawat, adalah dapat menempel pada manusia. Ketika manusia berdekatan dengan babi maka virusnya dapat terbawa. “Virus ASF itu tidak menyerang manusia, tapi dapat menempel di tubuh manusia, dan pada saat manusia itu berada di dekat babi, virusnya dapat menyerang babi,” katanya.

Ketut Diarmita menambahkan virus ASF bereaksi dengan cepat dan dapat mematikan babi di populasinya sampai 100 persen. “Jika sampai terjadi maka peternak akan merugi. Inilah yang tidak kami inginkan. Untuk itulah langkah pencegahan harus segera dilakukan sebelum banyak babi yang mati,” kata Ketut menutup siaran persnya. (Hs.Foto:Humas Kementan)