Gubernur Pramono Sebut Keracunan MBG di Jaktim Diduga Berasal dari Menu Spageti

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung soal kasus keracunan MBG di Jakarta Timur/Foto Pemprov DKI Jakarta

Jakarta, GPriority.co.id – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan perkembangan terbaru terkait kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami oleh 72 siswa di Jakarta Timur.

Pramono menyampaikan, sebagian besar siswa yang sempat dirawat di rumah sakit telah dipulangkan ke rumah masing-masing karena kondisi kesehatannya membaik.

“Yang pertama, hampir semua siswa itu sudah dipulangkan ya, hampir semua, sebagian besar. Tapi pagi ini saya belum mendapatkan laporan dari Kepala Dinas Kesehatan maupun Kepala Dinas Pendidikan, tapi dari jumlah tujuh puluh dua siswa yang pada waktu hari Sabtu saya juga ikut melihat secara langsung di Rumah Sakit Duren Sawit, sekarang ini hampir semuanya sudah sehat kembali,” kata Pramono kepada wartawan, Senin (6/4).

“Mengenai posisi terakhir terus terang saya akan cek kembali, tetapi yang jelas kalau melihat perkembangan mudah-mudahan semuanya sudah kembali,” tambahnya.

Terkait penyebab keracunan tersebut, Pramono mengatakan kemungkinan berasal dari salah satu menu dalam program MBG, yakni spageti.

“Dan mengenai potensi dari apa yang menyebabkan keracunan, tentunya ini kewenangan MBG. Tetapi semua anak pada waktu itu ketika berdialog dengan saya mereka mengatakan bahwa kemungkinan besar ini dari spageti,” jelasnya.

Sebagai informasi, sebanyak 72 siswa di Jakarta Timur sebelumnya harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat keracunan makanan dari program MBG. Para siswa tersebut berasal dari empat sekolah di kawasan Pondok Kelapa, yakni SMAN 91, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 09, dan SDN Pondok Kelapa 07.

Pemerintah juga memastikan seluruh biaya pengobatan para siswa akan ditanggung. Bagi siswa yang telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, biaya pengobatan akan ditanggung oleh BPJS, sementara bagi yang belum terdaftar akan menjadi tanggung jawab Badan Gizi Nasional.