Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah Singapura saat ini tengah mempersiapkan proyek ambisius, yaitu pembangunan 80 ribu rumah subsidi dan komersial hanya dalam 10 tahun.
Diungkap oleh Urban Redevelopment Authority (URA) Singapura pada 25 Juni lalu, proyek ini tertuang dalam Draft Master Plan 2025.
Nantinya, pembangunan 80 ribu rumah subsidi dan komersial ini akan dikembangkan di lebih dari 10 area baru. Program ini adalah upaya Pemerintah Singapura dalam memenuhi permintaan perumahan yang terjangkau, juga mengatasi keterbatasan lahan di negara tersebut.
Dalam rencananya, disebutkan jika Pemerintah Singapura ingin agar 80 persen masyarakatnya hanya berjarak 10 menit untuk berjalan kaki dari stasiun kereta api, dari rumah subsidi atau komersialnya.
Berbekal hal tersebut, proyek pembangunannya akan dikembangkan di daerah yang berdekatan dengan transportasi umum dan tempat kerja.
Adapun pada pertengahan tahun ini, Pemerintah Singapura juga menawarkan sekitar 9.200 unit hunian privat. Diantaranya di daerah Kranji (bekas Singapore Racecourse), Sembawang Shipyard, Defu, Dover-Medway, Paterson, serta Newton.
URA menyebut jika kawasan-kawasan perumahan baru ini akan dibangun secara bertahap untuk menyesuaikan tren serta kebutuhan yang ikut berkembang.
Selain berdekatan dengan transportasi umum, pembangunan rumah subsidi dan komersial di Singapura ini juga akan terintegrasi dengan fasilitas olahraga, kesehatan, serta rekreasi.
Dalam hal ini, Pemerintah Singapura telah menyediakan skema subsidi untuk pembeli rumah pertama kali. Dimana untuk keluarga sebesar Rp1,52 miliar dan per orang hingga Rp763 juta.
Melalui sistem tersebut, 8 dari 10 keluarga yang baru membeli rumah dapat membayar lewat cicilan sepenuhnya dengan skema yang disebut ‘Enchanced CPF Housing Grant’, tanpa perlu mengeluarkan uang tunai.
Foto : Dok. PLB Insights
