Parepare, GPriority.co.id – Meski ditopang beberapa kabupaten penghasil beras seperti Pinrang, Sidrap, Soppeng dan Barru, harga beras di pasar pasar tradisional Kota Parepare mengalami kenaikan yang signifikan dalam 4 pekan terakhir. Kenaikan harga ini membuat masyarakat (pembeli) resah, karena berdampak pada biaya hidup harian.
Hj.Herlis, pedagang beras di Pasar kota Parepare mengaku, harga beras yang biasanya dijual Rp.11.500 per Kg kini naik menjadi Rp 15.000 itu untuk jenis Medium, sementara untuk jenis Premium yang bisa dijual Rp. 13.000 kini jadi Rp.16.500 hingga Rp 17.000 per Kilogram.
Kenaikan harga ini dikatakanya, disebabkan beberapa faktor, antaranya kurangnya pasokan beras dari Kabupaten Produksi. hingga kurangnya produksi di tingkat Mitra Bulog.
Tingginya harga Komoditas ini dikeluhkan karena beras merupakan salah satu kebutuhan pokok yang sangat penting.
“Kami harus membeli beras dengan jumlah yang terbatas, yang tadinya bisa beli 10 Kg dengan harga Rp 110.000 kini harus dibatasi dengan harga Rp 75.000 untuk 5 Kg saja, karna harga beras naik jadi Rp 15.000/Kg untuk jenis medium,” tutur Sakriani Ibu rumah tangga di Kecamatan Bacukiki Barat.
Terkait hal ini Pimpinan Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Kota Parepare Moh.Junaidy, dihubungi, Senin (21/7) mengaku, masih menunggu jadwal panen dari beberapa daerah penyangga pemasok gabah.
Dikatakanya, Bulog Parepare menerima pasokan gabah dari sejumalah daerah di Sulsel. Dengan masuknya jadwal panen di sejumlah daerah ini diharapkan dapat menstabilkan ketersediaan beras di pasaran meski kami tidak bisa memastikan kapan.
Dikatakan Moh.Junaidy, pihak Bulog juga melakukan intervensi pasar dengan stabilisasi harga beras SPHP, dengan memfalidasi kembali semua Outlet pemasaran SPHP. dengan melibatkan Dinas Ketahanan Pangan dan Satgas Pangan.
Pihak Bulog hingga kini menampung beras sebanyak 105.000 Ton di 3 Gudang di Wilayah Bulog Parepare.
