Hobi Donor Darah Ternyata Bisa Menurunkan Risiko Penyakit Jantung!

Ilustrasi donor darah/Foto : Dok. Gettyimages Ilustrasi donor darah/Foto : Dok. Gettyimages

Amerika Serikat, GPriority.co.id – Penyakit jantung menjadi penyebab utama kematian secara global dan di Amerika Serikat (AS). Menurut laporan NY Post yang dikutip pada Sabtu (4/10), penyakit jantung membunuh lebih dari 700.000 warga AS setiap tahunnya.

Kabar baiknya, terdapat satu tindakan sederhana yang bukan hanya dapat menyelematkan nyawa orang lain, namun juga dapat menurukan risiko penyakit jantung. Tindakan tersebut ialah donor darah.

Data Palang Merah Amerika menyebut jika hanya 3 persen warga mereka yang menyumbangkan darah. Mereka menekankan pentingnya mendonorkan darah. Selain untuk menolong pasien dalam keadaan darurat, donor darah juga memiliki hubungan dengan kesehatan jantung dari dua faktor, yaitu zat besi serta kekentalan darah.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa terdapat insiden penyakit jantung yang lebih tinggi pada priai dan wanita pascamenopause, akibat tingginya kadar zat besi yang disimpan. Perlu diketahui, kelebihan zat besi dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan kemungkinan timbulnya plak serta pembekuan darah, yang akibatnya dapat berpotensi menyebabkan serangan jantung atau stroke.

Beberapa bukti ilmiah menunjukkan bahwa donor darah dapat bersifat terapeutik, terutama bagi individu dengan simpanan zat besi berlebih. Manusia secara alami akan kehilangan sejumlah kecil zat besi setiap hari melalui pengelupasan kulit dan sel-sel mukosa.

Sementara babgi wanita pada usia tertentu, juga dapat kehilangan zat besi melalui menstruasi. Namun bagi pria, donor darah menjadi solusinya.

Selanjutnya, faktor kedua yang berpotensi menghubungkan donor darah dengan kesehatan jantung yang lebih baik ialah kekentalan darah, yang didefinisikan sebagai kekentalan (viskositas) dan lengketnya darah

Kekentalan darah tersebut secara langsung memengaruhi fungsi pembuluh darah. Pasalnya, peningkatan viskositas mengharuskan jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Selain itu, menurut para ahli, kadar hemoglobin yang tinggi juga dapat meningkatkan kekentalan darah dan dikaitkan dengan risiko lebih tinggi akan terjadinya pembekuan darah, serangan jantung, serta stroke.

Oleh karena itu, donor darah membantu menurunkan kekentalan darah, sehingga berpotensi mengurangi risiko ini. Pada penelitian di tahun 2022, ditemukan jika donor darah dapat menurunkan risiko serangan jantung karena disebabkan oleh bias yang dikenal sebagai Efek Donor Sehat (HDE).