IAI : IKN Harus Menjadi Kota Masa Depan yang Sustainable

Jakarta,gpriority-Setelah disahkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) Ibu Kota Negara (IKN) baru menjadi UU. Banyak orang yang bertanya-tanya mengenai IKN termasuk di dalam segi arsitekturnya.

Menurut Gerogeus Budi Yulianto selaku Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dalam acara Pro Talk Series yang berlangsung di Hotel Lee Meredian pada Rabu (26/1/2022) IKN harus menjadi Kota masa depan Indonesia yang sustainable. ” Artinya Kota-kota yang ideal adalah terlihat dari asas desainnya dan yang terpenting dari sisi arsitek adalah keandalan bangunan serta menyangkut dengan keselamatan seseorang dan patuh terhadap parameter desain,” jelasnya.

Ditambahkan oleh Dr.Phil Hendricius Ketua Ahli Perencanaan Indonesia, Untuk menilai kota itu ideal harus ada ukurannya dan ada ukuran global jadi harus subyektif, sehingga harus menyuplai apa yang dibutuhkan. ” Kota yang baik harus stabil. Memastikan agar kota terus hidup adalah dinikmati oleh seluruh masyarakat. Bukan bangunan yang megah,” tambahnya.

Terkait dengan blue print, Ketua Ikatan Rancang Kota Sibarani Sofian menjelaskan harus ada dan harus dimanage. Tak hanya itu dibutuhkan pula SDM yang luar biasa.

Selain itu dalam pembangunan IKN harus membawa kondisi yang harmoni dengan alam, sehingga pada saat mendesain ruang harus berlandaskan landscape makro.” Kalau dilihat perkembangan budaya manusia inferior terhadap alam, sehingga harus ada unsur alam dari rumahnya,” tambahnya.

” Kini yang menjadi pertanyaan apakah betul ketika dipindahkan di tempat yang disediakan bisa menampung harapan yang besar? Nah ini yang ditunggu jawabannya. Kalau sekarang mau dipakai kawasan di hutan harus dijadikan fungsi tertentu. Untuk itulah harus dibikin tata ruang dan perencanaan,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan Sibarani, IKN sebenarnya kesempatan emas untuk memulai tata kota dari awal. Dan ini harus dimanfaatkan dan harus diterjemahkan secara terukur. Dan kalau pindah ke IKN harus mau meluangkan waktu pada alam dan itu ada pada perencanaan dan tata ruang kota.”Dan ini juga harus ada koordinasi sehingga perencanaan pembangunan IKN bisa terlaksana,” tambahnya.

Terkait landscape, Kalau bisa harus mengikuti Yogyakarta yang memiliki alam baik.” Kami mengharapkan IKN menjadi wajah Indonesia yang dipandang dunia. Untuk itu harus selaras dengan global trend. Fungsi simbol mencerminkan bagaimana kita menjawab epketasi tadi. Sehingga bisa bangga dengan IKN,” jelas Dian Heri Sofian Ketua Ikatan Arsitek Lansekap Indonesia.

Mengenai Sustainable yang diaplikasikan seperti apa? Dalam konteks IKN sudah ada dalam rencana induk. ” Jadi kalau teman-teman ingat tentang SDG yang pertama adalah lingkungan. Jadi mau bangun harus ada daya dukung dan daya tampung dan tidak ecek-ecek. Kedua lapisan sosial. Memastikan perataan dan terakhir ekonomi.Dalam kota baru yang penting 3 tahun pertama jangan salah melakukan intervensi,” tutup Sibarani.(Hs.Foto.Hs)