Ibu Eminem, Debbie Nelson Meninggal di Usia 69 Tahun

Jakarta, GPriority.co.id – Kabar duka datang dari rapper ternama. Debbie Nelson, ibunda dari Eminem, meninggal dunia di umur 69 tahun. Dia dilaporkan meninggal usai berjuang melawan kanker paru-paru.

Dikutip dari PEOPLE, Debbie Nelson meninggal saat menjalani perawatan kanker paru di sebuah rumah sakit di Missouri, Amerika Serikat. Penyakitnya itu diketaui publik pada September 2024 yaitu kanker paru-paru.

Terlepas dari hubungan keduanya yang tak baik, belum ada tanggapan dari Eminem mengenai kabar kematian ibunya.

Foto : Eminem memeluk ibunya dalam salah satu video klip lagu Headlights

Kisah Eminem Dan Ibunya

Debbie melahirkan Eminem ketika usianya baru menginjak 18 tahun. Eminem yang lahir dengan nama Marshall Bruce Mathers III merupakan buah cinta Debbie dengan Marshall Bruce Mathers, kekasihnya sejak masa SMA. Namun, mereka memutuskan untuk bercerai setelah kelahiran Eminem.

Hubungan antara Debbie dan Eminem selalu mengalami pasang surut. Pada tahun 1999, Nelson menggugat Eminem atas pencemaran nama baik atas lirik album debutnya “The Slim Shady LP,”. Eminem mengklaim bahwa ibunya menggunakan narkoba. Dia memenangkan gugatan itu dan mendapatkan USD25 ribu, namun hanya menerima kurang dari USD2 ribu setelah membayar pengacara.

Pada tahun 2008, Debbie menerbitkan sebuah memoir, “My Son Marshall, My Son Eminem,” di mana ia bercerita tentang hubungan mereka yang retak. Di tahun yang sama, Debbie melakukan wawancara dengan Village Voice dan membahas kemungkinan memperbaiki hubungan dengan putranya.

“Saya tidak akan pernah menyerah pada anak-anak saya. Saya tidak akan menyerah pada siapa pun,” katanya.

Menyoal kanker paru-paru

Dikutip dari detikhealth (5/12), kanker paru-paru adalah jenis kanker yang bermula dari pertumbuhan sel-sel di paru-paru. Kanker paru-paru adalah penyebab utama kematian akibat kanker di seluruh dunia.

Orang yang merokok memiliki risiko terbesar terkena kanker paru-paru. Risiko kanker paru-paru meningkat seiring dengan lamanya waktu dan jumlah rokok yang dihisap. Berhenti merokok, bahkan setelah merokok selama bertahun-tahun, secara signifikan menurunkan kemungkinan terkena kanker paru-paru.

Kanker paru-paru juga dapat terjadi pada orang yang tidak pernah merokok. Kanker paru-paru biasanya tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Gejala kanker paru-paru biasanya terjadi saat penyakit sudah lanjut.

foto : istimewa