Jakarta, GPriority.co.id – Kesenian tradisional Indonesia, Reog Ponorogo, telah resmi masuk dalam Daftar UNESCO.
Reog Ponorogo masuk dalam daftar Warisan Budaya Takbenda dengan kategori “Memerlukan Pengamanan Mendesak”.
Pengumuman ini disampaikan dalam sidang ke-19 Komite Antarpemerintah untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda yang diselenggarakan di Asunción, Paraguay.
Dengan masuknya Reog Ponorogo, Indonesia kini memiliki 14 unsur Warisan Budaya Takbenda yang diakui secara global.
Unsur-unsur yang sebelumnya telah diakui antara lain Wayang, Keris, Batik, Angklung, Tari Saman, dan Gamelan.
Pemerintah Indonesia memandang pengakuan ini sebagai langkah penting dalam melestarikan tradisi budaya bangsa.
Menanggapi hal ini, Jubir Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Rolliansyah (Roy) Soemirat mengatakan jika pihaknya akan terus mendorong kerja sama, terutama dalam aspek sosial budaya.
“Ini menunjukkan bahwa Indonesia memanfaatkan berbagai forum untuk hal-hal yang menjadi prioritas. Kerja sama sosial budaya akan selalu kita dorong,” jelas Roy pada Kamis (5/12) di Gedung Kemlu.

Dengan masuknya Reog Ponorogo, saat ini tercatat ada 14 warisan Indonesia yang masuk daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Diantaranya :
1. Keris (2008, awalnya diumumkan tahun 2005)
2. Wayang (2008, awalnya diumumkan tahun 2003)
3. Batik (2009)
4. Pendidikan dan Pelatihan Batik (2009)
5. Angklung (2010)
6. Saman (2011)
7. Noken (2012)
8. Tiga Genre Tari Tradisional di Bali (2015)
9. Pinisi (2017)
10. Pencak Silat (2019)
11. Pantun (2020)
12. Gamelan (2021)
13. Budaya Sehat Jamu (2023)
14. Seni Pertunjukan Reog Ponorogo (2024)
Sedangkan untuk Kebaya dan Kolintang, sedang menunggu sidang penetapan pada tanggal 4 dan 5 Desember 2024. Begitupun dengan Budaya Tempe dan Budaya Tenun Tradisional.
Memperkuat Hubungan Indonesia Dengan Negara Dunia
Dengan masuknya Reog Ponorogo pada daftar UNESCO, Sulaiman Syarif selaku Duta Besar RI untuk Argentina, Uruguay, dan Paraguay mengatakan jika pengakuan ini akan memperkuat hubungan budaya Indonesia dengan negara-negara lain, tidak hanya di kawasan Amerika Latin tetapi juga di seluruh dunia.
Reog Ponorogo sendiri merupakan seni pertunjukan yang berasal dari Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dan menggambarkan harmoni antara tari, musik, dan mitologi.

Melalui topeng Dadak Merak yang ikonik, Reog Ponorogo menyampaikan pesan keberanian, solidaritas, serta dedikasi masyarakat Ponorogo yang telah diwariskan selama berabad-abad.
Sebagai simbol dari gotong royong, Reog Ponorogo juga mencerminkan kolaborasi antara seniman, pengrajin, dan komunitas lokal dalam menciptakan seni pertunjukan yang sarat makna.
Pertunjukan ini kerap dipentaskan dalam berbagai acara adat dan ritual tradisional, yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sosial masyarakat Ponorogo.
Foto : Istimewa
