Inilah Kemampuan Helikopter Mi-17V5 dan H225M Milik TNI yang Bantu Korban Badai Trami

Jakarta, Gpriority.co.id – TNI memberangkatkan Satgas Operasi Penanggulangan Bencana Alam ke Filipina, untuk membantu pemulihan wilayah yang terdampak badai tropis Kristine (Trami) di wilayah Bicol, Filipina. Satgas dilengkapi dengan armada helikopter Mi-17V5 TNI Angkatan Darat dan H-225M Caracal TNI Angkatan Udara – Indonesian Air Force.

Badai Tropis Trami atau dikenal di Filipina sebagai Badai Tropis Kristine merupakan siklon tropis aktif yang bergerak ke daratan di Vietnam. Badai ini menyebabkan dampak mematikan di Filipina pada Oktober 2024. Dalam peristiwa ini, sekiranya ada 100 kematian dan lebih 560.000 orang mengungsi.

Untuk membantu pemulihan wilayah yang terdampak badai tropis Kristine (Trami) di wilayah Bicol, Filipina, TNI AD melalui Puspenerbad mengirimkan 1 Unit helikopter MI-17V5, beserta 10 orang prajurit. Sementara TNI AU mengirimkan 1 unit helikopter H225M Caracal. Kedua helikopter ini akan bertugas membantu pemulihan pasca bencana alam selama 14 hari di wilayah terdampak badai Trami.

Helikopter Mi-17V5 Penerbad yang berasal dari dari Skadron 31/Amur Yudha Cakti sendiri memiliki kabin yang bisa menampung 30 orang. Terdapat tempat duduk menempel pada kedua sisi dalam kabin penumpang (posisi saling berhadapan). Bila difungsikan sebagai heli ambulance, kabin dapat diisi 12 tepat tidur lipat dan satu bangku untuk tenaga medis. Mi-17V5 juga dibekali sepasang mesin turboshaft Isotov TV3-117VMA, setiap mesin mampu menyemburkan daya hingga 2.200 shp. Spesifikasi mesin pada Mi-17V5 memiliki tenaga besar dipakai untuk membawa beban.

Sementara helikopter H225M Caracal berasal dari Skadron Udara 6 Lanud Atang Sendjaja Bogor merupakan nama komersial yang sama dengan helikopter EC725 Super Cougar yang merupakan keluarga dari Super Puma, produk kerja sama industri antara PT DI dengan Airbus Helicopters, Perancis.

H225M dirancang untuk dapat diawaki dua kru (pilot dan kopilot) dan satu Juru Mudi Udara, serta mampu menampung 28 pasukan atau muatan seberat 5,26 ton, ditenagai sepasang mesin turboshaft Makila 2A1 buatan Turbomeca yang masing-masing berdaya 2.156 shp. Untuk performanya, kecepatan terbang maksimum mencapai 324 km/jam dengan ketinggian terbang hingga 5.343 m dan jangkauan operasi 950 km.

Asops Panglima TNI, Mayor Jenderal TNI Gabriel Lema S.Sos., dalam arahannya menegaskan tugas utama Satgas ini ialah mengevakuasi warga terdampak bencana dan mendistribusikan bantuan logistik, secara tepat waktu dan tepat sasaran.

Sebagai informasi, pengiriman kedua jenis helikopter ini menindaklanjuti perintah Presiden RI sebagai bentuk kepedulian pemerintah Indonesia kepada pemerintah Filipina.