Penulis: Dimas | Editor: Lina F | Foto: Istimewa
Jakarta,GPriority.co.id-Musim haji 1444 H/2023 telah berakhir, kini jemaah haji Indonesia mulai kembali ke tanah air.
Namun dibalik kelancaran ibadah haji tahun ini, terdapat kabar duka yang mendalam karena ratusan jemaah meninggal dunia di Makkah.
Tercatat jumlah jemaah Indonesia yang meninggal dunia di Tanah Suci mencapai 304 orang.
Beberapa kasus wafatnya jemaah saat pelaksanaan haji merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari. Hal ini mengingat jemaah yang datang terdiri dari ragam usia. Di samping itu juga, jemaah dari negara lain harus menyesuaikan kondisi iklim Arab Saudi dengan negara asal mereka.
Berkenaan dengan hal ini, Rasulullah pernah bersabda terkait keutamaan wafatnya seseorang saat melaksanakan haji di Makkah sebagai berikut dilansir Beritasatu.
Dibangkitkan dalam Keadaan Bertalbiyah
Salah satu keutamaan orang yang meninggal saat menunaikan ibadah haji di Makkah adalah di hari Kiamat nanti ia akan dibangkitkan dalam keadaan bertalbiyah. Perlu diketahui bahwa, dalam pelaksanaan haji dan umrah, talbiyah merupakan suatu pernyataan ketaatan kepada Allah dengan memenuhi panggilan-Nya seraya mengucapkan berkali-kali dan sebanyak-banyaknya kalimat berikut
Lafaz Arab
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ
Arab Latin: Labbaikallahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk. La syarika laka.
Artinya: “Aku datang memenuhi panggilan-Mu Ya Allah, aku datang memenuhi panggilanMu, aku datang memenuhi panggilanMu, tidak ada sekutu bagi-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, kemuliaan dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu”
Wafat saat haji di Makkah akan dibangkitkan dalam keadaan bertalbiyah dijelaskan dalam hadis riwayat sebagai berikut. Rasulullah bersabda:
Artinya: “Dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhum berkata, “Ada seorang laki-laki ketika sedang wukuf di ‘Arafah terjatuh dari hewan tunggangannya sehingga ia terinjak” atau dia Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhuma berkata, “Hingga orang itu mati seketika.” Kemudian Nabi Muhammad SAW berkata, Mandikanlah dia dengan air yang dicampur daun bidara dan kafanilah dengan dua helai kain dan janganlah diberi wewangian dan jangan pula diberi tutup kepala (sorban) karena dia nanti akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan bertalbiyah.” (HR Bukhari)
Selain itu, keistimewaan meninggal saat haji juga akan dibangkitkan dalam keadaan ihram. Sedikit informasi, ihram adalah waktu yang dimaksudkan untuk membersihkan diri secara spiritual dan menghilangkan segala bentuk kejahatan dan sifat buruk. Wafat dalam keadaan ihram saat haji tertuang dalam hadis berikut.
Artinya: “Dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma, bahwa seorang laki-laki sedang melakukan ihram bersama Rasulullah SAW, lalu lehernya patah karena terjatuh dari Untanya hingga ia meninggal seketika. Maka Rasulullah SAW pun bersabda, “Mandikanlah jenazahnya dengan air campuran daun bidara. Kemudian kafanilah ia kainnya, dan jangan kalian memakaikannya wewangian, dan jangan pula mengenakan sorban di kepalanya, karena ia akan dibangkitkan pada hari kiamat kelak dalam keadaan Ihram.” (HR. Muslim).
Meninggal di Kota yang Rasulullah Cintai
Sepanjang sejarah umat manusia, tidak ada satupun kota di dunia sesuci kota Makkah yang tiada pernah berhenti diziarahi oleh umat manusia hingga hari kiamat. Di kota ini pula berdiri tegak Masjidil Haram yang tercatat beribadah di dalamnya lebih utama dibandingkan 100.000 kali lipat dibandingkan masjid lain.
Dalam salah satu Hadis yang diriwayatkan dari Abdurrahman bin Ali bin al-Hamra, dia mendengar Rasulullah bersabda sebagai berikut:
Artinya: “Demi Allah, sesungguhnya engkau (Makkah) adalah bumi Allah yang paling baik dan tanah yang paling dicintai Allah. Andaikan aku tidak diusir darimu, niscaya aku tidak akan keluar meninggalkanmu.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
Demikianlah tiga keistimewaan orang yang meninggal di Makkah. Sejatinya perihal maut, tidak ada satu manusiapun yang mengetahuinya. Akan tetapi, semoga kita semua kembali dan dikembalikan dalam keadaan husnul khatimah.
