IPEX 2019 diharapkan Dapat Membantu Kenaikan Pasar Property

Pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) merupakan  event yang digelar oleh  DPD REI DKI Jakarta, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Adhouse Clarion Events bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR).

Acara yang memasuki tahun ke-37  akan digelar di Hall A & B Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta  selama sembilan hari, yakni pada 16 – 24 November 2019.

Menurut Gad Permata , Vice President PT Adhouse Clarion Events, selaku penyelenggara Indonesia Properti Expo dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (23/10) mengatakan,” IPEX mampu memberikan kontribusi besar dalam perkembangan pasar properti Indonesia selama bertahun-tahun. Tahun ini IPEX diharapkan dapat membantu kenaikan pasar properti yang sempat lesu selama beberapa waktu terakhir. Apalagi acara ini akan diramaikan oleh banyak pengembang property”.

 Indonesia Properti Expo 2019 seperti dikatakan Gad  diikuti oleh 73 pengembang yang menampilkan lebih dari 500 proyek. Pada perhelatan kali ini pihaknya menargetkan jumlah pengunjung sebesar 250.000 orang dengan total transaksi sebesar Rp5 triliun.

Hal senada dilontarkan Arvin F. Iskandar, Sekretaris Jendral DPD REI DKI Jakarta. Menurutnya, 2019 bisa menjadi titik balik pasar properti. Berkembangnya fasilitas KPR dengan tren menurunnya suku bunga dan bertambahnya jumlah pengembang subsidi, dinilainya menjadi energi tambahan bagi industri properti.

“Kenaikan harga di pasar berkisar 0,4% dan realisasi penjualan yang meningkat 20% di sektor perumahan mengindikasikan bahwa penyerapan pasar cukup baik dan akan terus membaik hingga beberapa waktu ke depan,” tutur Arvin.

Optimisme juga disampaikan Direktur Layanan Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Agusny Gunawan. Dia pun berharap Indonesia Properti Expo dapat memberikan kemudahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dalam memiliki rumah.

Pasalnya, gelaran pameran ini diikuti juga oleh 35 pengembang rumah subsidi dengan total sebanyak 55 proyek. Sebagai informasi, dari tahun 2010 hingga 2019 pemerintah telah menyalurkan subsidi bagi 644.067 unit rumah dengan nilai Rp43,21 triliun.

“Dengan semakin meningkatnya minat MBR dalam memiliki rumah artinya peluang pengembang untuk membangun rumah subsidi semakin terbuka lebar,” imbuh Agusny.

Sementara itu, Bank BTN sebagai official bank partner Indonesia Properti Expo meyakini Indonesia Properti Expo merupakan salah satu bagian dari jalan pengedukasian masyarakat terhadap bisnis properti, terutama mereka yang belum berani berinvestasi properti.

Selain itu, BTN juga menjalin kerjasama dengan para pengembang dengan program-program menarik sehingga memudahkan konsumen untuk dapat membeli rumah dengan memanfaatkan fasilitas KPR yang disediakan oleh BTN.

“Masyarakat hanya tinggal perlu diberikan informasi lebih lengkap mengenai apa yang bisa mereka dapatkan, bagaimana cara dan alasan lebih kuat mengapa properti bisa jadi salah satu cara mereka berinvestasi di masa depan,” kata Suryanti Agustinar, Kepala Divisi Non-Subsidized Mortgage and Consumer Lending Division Bank BTN. (Hs)

 

Related posts