Jakarta, GPriority.co.id – Setelah sebelumnya negara-negara besar menyerukan dukungannya terhadap Israel dalam konflik bersama Palestina, kini mereka pindah haluan dan tak lagi berpihak kepada Israel.
Seperti dikutip dari Reuters, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengkritik tajam para pemimpin dari Perancis, Inggris, dan Kanada usai menyerukan penghentian operasi militer Israel di Gaza, Palestina.
Bahkan Netanyahu jugua menuduh Emmanuel Macron, Keir Starmer, dan Mark Carney berpihak pada Hamas dan berada di sisi yang salah. Ia berpendapat, seruan para pemimpin negara maju tersebut justru memberi harapan kepada Hamas untuk terus berjuang dan mendirikan negara Palestina kedua. Sementara Netanyahu menganggap hal tersebut sebagai ancaman baru bagi Israel.
Ketiga pemimpin negara maju tersebut sebelumnya mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam tindakan militer Israel dan menganggapnya sebagai hal yang keji. Tak sampai disitu, mereka juga memperingatkan akan mengambil langkah konkret, apabila Israel tidak mengubah pendekatannya, terlebih yang berkaitan dengan pembatasan bantuan kemanusiaan.
Melalui pidato yang sama, Netanyahu turut menyoroti penembakan dua staf Kedutaan Besar Israel di Washington DC, menurutnya tindakan itu merupakan bentuk kekerasan antisemit.
Sementara, pelaku penembakan pada kasus tersebut diketahui sempat meneriakkan dukungan terhadap Palestina saat ditangkap. Insiden ini pun kian memperburuk ketegangan diplomatik antara Israel dan sekutunya.
Kendati pemerintah Perancis, Inggris, hingga Kanada mengecam serangan tersebut, namun mereka menyatakan tetap membela sikap kritis mereka terhadap kebijakan Israel. Ketegangan akhirnya kian bertambah usai Inggris berhenti melakukan negosiasi perdagangan bebas dengan Israel, dan menyusul komentar kontroversial dari beberapa menteri Israel tentang Gaza.
Foto : Dok. AFP via Getty Images
