Kartu Debit Visa Bank Jakarta Bisa Digunakan di 200 Negara

Gambar Kartu Debit Visa Bank Jakarta yang baru diluncurkan/Foto Bank Jakarta Gambar Kartu Debit Visa Bank Jakarta yang baru diluncurkan/Foto Bank Jakarta

Jakarta, GPriority.co.id –  Kartu Debit Visa Bank Jakarta yang diluncurkan pada Senin (5/1) dapat digunakan untuk bertransaksi di lebih dari 200 negara. Dalam enam bulan pertama peluncurannya, Bank Jakarta menargetkan sekitar 400.000 pengguna kartu debit Visa.

Hal tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Ia menyampaikan apresiasi atas peluncuran kartu debit berlogo Visa tersebut dan berharap layanan ini dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.

“Saya mengucapkan selamat. Mudah-mudahan kartu ini bisa digunakan di seluruh dunia, lebih dari 200 negara. Mulai hari ini saya sendiri akan menggunakan kartu ini,” ujar Pramono kepada wartawan.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Jakarta, Agus Haryoto Widodo, mengatakan peluncuran Kartu Debit Visa merupakan salah satu tonggak penting dalam perjalanan transformasi Bank Jakarta. Inisiatif ini menjadi bagian dari transformasi lima tahun perusahaan yang bertumpu pada tiga pilar utama.

 “Pertama, pertumbuhan berbasis ekosistem Jakarta. Kedua, penguatan kualitas aset dan tata kelola. Ketiga, pembangunan kapabilitas digital dan pemberdayaan sumber daya manusia,” tutur Agus.

Ia menegaskan, transformasi tersebut hanya dapat berjalan optimal melalui kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jakarta, regulator, mitra strategis, serta masyarakat. Bank Jakarta pun berkomitmen untuk terus mengembangkan kapabilitas layanan dan menghadirkan solusi keuangan yang relevan dengan kebutuhan warga Jakarta secara bertahap, prudent, dan selaras dengan ketentuan regulator.

Di sisi lain, Country Manager Visa Indonesia, Vira Widiyasari, menyampaikan kehadiran Kartu Debit Visa Bank Jakarta bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam melakukan transaksi global, mulai dari pembayaran pendidikan di luar negeri, kebutuhan ibadah umrah, hingga mendukung aktivitas bisnis pelaku UMKM.

“Peluncuran ini mencerminkan perubahan cara kita hidup, bekerja, dan berusaha. Jakarta bergerak menuju kota global untuk masuk 50 besar dunia pada 2030, dan pembayaran digital menjadi jembatan penghubungnya,” pungkas Vira.