Jakarta, GPriority.co.id – Kementerian Agama (Kemenag) melalui Program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) tahun 2025 kembali membuka peluang beasiswa untuk jenjang S2 dan S3 dalam negeri. Meski hanya tersedia 230 kuota, animo pendaftar mencapai angka yang sangat tinggi, yakni 4.455 orang.
Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Setjen Kemenag, Ruchman Basori, menyampaikan bahwa jumlah pendaftar untuk jenjang S2 dalam negeri mencapai 3.214 orang. Dari jumlah tersebut, 1.779 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi dan 527 orang di antaranya berhasil melaju ke tahap wawancara.
Sementara itu, pendaftar untuk jenjang S3 dalam negeri tercatat sebanyak 1.241 orang. Setelah seleksi administrasi dan seleksi akademik serta bakat skolastik, sebanyak 483 peserta dinyatakan lolos dan kini juga tengah menjalani proses wawancara.
“Kuota terbatas, sementara peminat sangat banyak. Ini menjadikan program beasiswa ini sangat kompetitif,” ujar Ruchman saat meninjau pelaksanaan tes wawancara hari kedelapan yang digelar secara daring dari Pusdiklat Keagamaan Ciputat, Selasa (22/7).
Total pendaftar BIB Kemenag tahun ini, untuk semua kategori, mencapai 13.624 orang. Dari jumlah itu, 33 persen di antaranya mendaftar pada jenjang S2 dan S3 dalam negeri.
Ruchman menambahkan bahwa antusiasme tinggi para pendaftar, terutama alumni perguruan tinggi keagamaan, menjadi bukti bahwa BIB sangat dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya di bidang pendidikan keagamaan.
“Studi lanjut seperti S2 dan S3 masih dianggap sebagai pendidikan yang mahal. Kehadiran pemerintah melalui beasiswa ini menjadi bentuk jaminan kelancaran studi,” terangnya.
Ia juga menyebut bahwa peningkatan jumlah dosen bergelar doktor sangat penting, guna mendukung pemenuhan amanat Undang-Undang Guru dan Dosen.
“Kita butuh satu digit tambahan untuk proporsi dosen bergelar doktor. Maka, beasiswa seperti ini menjadi sangat strategis,” sambung aktivis mahasiswa 1998 ini.
Proses wawancara BIB berlangsung secara daring sejak 14 hingga 23 Juli 2025, dengan pelaksanaan yang melibatkan 40 breakroom per hari, dua pewawancara, satu peserta, dan satu Liaison Officer (LO) dalam setiap sesi.Ruchman berharap pelaksanaan seleksi berjalan lancar, baik dari sisi teknis maupun kualitas proses.
“Kami harap semua pihak, baik peserta, pewawancara, maupun LO dapat menjalankan perannya dengan baik. Dari BIB untuk Indonesia, dan dari Indonesia untuk dunia,” ucapnya.
