Kemendag Lepas Ekspor Kerajinan Serat Alam ke AS Senilai Rp937 Juta

Kemendag melepas ekspor perdana sebanyak 9.000 produk dengan nilai mencapai USD 57.200 atau sekitar Rp937 juta asal Kebumen, Jawa Tengah ke Amerika Serikat (AS). Foto: dok.Kemendag Kemendag melepas ekspor perdana sebanyak 9.000 produk dengan nilai mencapai USD 57.200 atau sekitar Rp937 juta asal Kebumen, Jawa Tengah ke Amerika Serikat (AS). Foto: dok.Kemendag

Jakarta, GPriority.co.id – Kementerian Perdagangan (Kemendag) melepas ekspor perdana sebanyak 9.000 produk dengan nilai mencapai USD 57.200 atau sekitar Rp937 juta ke Amerika Serikat (AS). Produk hasil usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari Kebumen, Jawa Tengah itu berupa produk ramah lingkungan berbahan pelepah pisang dan eceng gondok buatan PT AgrominaFiber Java Indonesia.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, capaian ini menunjukkan bahwa dari Kebumen, bisa menghadirkan karya lokal yang kompetitif, berkelanjutan, dan diminati pasar dunia.

“Keberhasilan PT AgrominaFiber membuktikan UMKM Indonesia mampu menghasilkan kerajinan yang unik, kokoh, dan berestetika tinggi. Ini membuktikan produk lokal dari Kebumen mampu bersaing secara global,” tegas Puntodewi.

Ekspor ini merupakan tindak lanjut dari partisipasi PT AgrominaFiber pada Trade Expo Indonesia (TEI) 2024, yang difasilitasi Kementerian Perdagangan dan didukung oleh Yayasan Pertamina sebagai pembina UMKM. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci pencapaian ekspor perdana ini.

Dalam penjelasannya, Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur, Deden Muhammad Fajar Shiddiq, menyampaikan apresiasi dan komitmen untuk mendampingi UMKM lain agar dapat menembus pasar potensial seperti AS.

“Ekspor ini hasil kerja bersama pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha. Ini adalah contoh kolaborasi yang berhasil,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, menyampaikan bahwa pencapaian ini membuka peluang kerja baru bagi masyarakat dan mengangkat potensi lokal sebagai sumber pertumbuhan ekonomi daerah.

Sebelum menembus pasar AS, PT AgrominaFiber telah lebih dulu mengekspor produknya ke Dubai, Belgia, Nigeria, dan Cile. Ke depan, perusahaan menargetkan perluasan ke pasar baru serta pengembangan produk inovatif, seperti keranjang dengan desain terbaru dan topi anyaman.

“Keunikan produk kami ada pada tekstur dan warna alaminya. Partisipasi di TEI membuka jalan menuju pasar ekspor,” ungkap Rudi Hermawan, Direktur PT AgrominaFiber.

UMKM ini juga dikenal karena komitmennya pada keberlanjutan. Mereka menggunakan bahan baku dari limbah organik dan pewarna alami, serta menerapkan pengolahan limbah cair yang ramah lingkungan. Lebih dari 300 perajin lokal diberdayakan dalam proses produksi, menciptakan dampak ekonomi langsung di desa-desa sekitar.

Menurut data Kementerian Perdagangan, ekspor kerajinan nasional tumbuh 7,39% pada Januari–Juni 2025 dibanding periode sama tahun sebelumnya, dengan nilai mencapai USD 253,72 juta. Sementara itu, nilai perdagangan global untuk produk dekorasi rumah berbahan serat alam mencapai lebih dari USD 6 miliar pada 2024, dan terus bertumbuh sekitar 3% per tahun.

AS dan Uni Eropa menjadi pasar utama, seiring meningkatnya preferensi konsumen terhadap produk ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, Puntodewi memaparkan strategi Kementerian Perdagangan dalam mendongkrak ekspor nasional. Tiga strategi utama yang dijalankan antara lain pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor dan peningkatan kapasitas UMKM melalui program UMKM BISA Ekspor.

“Dengan promosi dan jejaring global yang terus kami perkuat, kami yakin produk kerajinan serat alam Indonesia akan semakin diminati dunia,” ujarnya.

Sepanjang Januari–Agustus 2025, Kemendag mencatat pelaksanaan 462 kegiatan business matching dengan 33 negara mitra, termasuk 312 sesi pitching dan 150 temu bisnis. Total nilai transaksi mencapai USD 90,90 juta, terdiri dari USD 32,95 juta potensi transaksi dan USD 55,95 juta berupa purchase order.