Kemenkes dan GHS Dorong Lawan Hoaks Imunisasi Lewat Program VaxSocial

Kemenkes RI bersama Global Health Strategies (GHS) menggelar Pertemuan Diseminasi Nasional Program VaxSocial/Foto : Dok Fifi Abdurahman Kemenkes RI bersama Global Health Strategies (GHS) menggelar Pertemuan Diseminasi Nasional Program VaxSocial/Foto : Dok Fifi Abdurahman

Jakarta, GPriority.co.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama Global Health Strategies (GHS) menggelar Pertemuan Diseminasi Nasional Program VaxSocial bertema Dari Tagar Menjadi Sadar: Mengubah Percakapan Menjadi Perlindungan, Senin (25/8).

Direktur Global Health Strategies, Ganendra Awang Kristandya menegaskan pentingnya strategi komunikasi yang tepat dalam melawan hoaks dan misinformasi seputar imunisasi.

“Sudah lebih dari 325 tahun umat manusia berjuang melawan hoaks dan misinformasi soal imunisasi, dan hingga kini tantangannya masih ada. Kenapa hoaks lebih cepat menyebar? Karena misinformasi sering disampaikan dengan cara emosional, sementara sains bersifat rasional. Masyarakat kita, ketika mendapat pesan yang emosional, lebih cepat percaya dan menyebarkan,” ujar Ganendra dalam sambutannya di Gedung Pusat Perfilman H. Usmar Ismail, Jakarta Selatan, Senin (25/8).

Maka dari itu, tambah Ganendra, pihaknya dan Kemenkes berkolaborasi mengadakan Pertemuan Diseminasi Nasional Program VaxSocial. Dia menuturkan, mereka berupaya menyampaikan sains dengan cara yang juga mampu menyentuh emosi masyarakat.

“Acara hari ini pun dikemas dengan pendekatan cerita, agar lebih dekat dengan Bapak-Ibu sekalian, meski tidak semua berlatar belakang kesehatan. Sebab imunisasi adalah pekerjaan bersama yang harus segera kita tuntaskan,” ucapnya.

Sementara, Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kemenkes, dr. Elvieda Sariwati mengucapkan rasa terima kasihnya atas langkah GHS dalam membantu anak-anak untuk mendapatkan layanan imunisasi.

Dia menceritakan, selama pandemi COVID-19, banyak orang tua menunda imunisasi anak karena rasa takut dan ragu. Akibatnya, cakupan imunisasi menurun.

Maka dari itu, tambah dr. Elvieda, diperlukan peran semua pihak untuk mengedukasi masyarakat agar orang tua membawa anak-anaknya mendapatkan layanan imunisasi.

“Sejak tahun lalu, setelah penandatanganan nota kesepahaman, banyak hal telah kita lakukan bersama, baik kegiatan komunikasi publik maupun edukasi masyarakat. Harapannya, kerja sama ini dapat terus berlanjut untuk memperkuat edukasi kesehatan. Pendekatan sosial dan perubahan perilaku (behavior change) sangatlah penting,” tuturnya.

Senada, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI fraksi Gerindra, Putih Sari, juga menyampaikan rasa apresiasinya terhadap Program VaxSocial. Menurut dia, imunisasi merupakan investasi jangka panjang yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Setiap rupiah yang dialokasikan untuk imunisasi tidak hanya mencegah penyakit berbahaya, tetapi juga menghemat biaya kesehatan di masa depan. Imunisasi meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat daya saing bangsa,” tuturnya.

“Tanpa imunisasi yang merata, kita berisiko kehilangan generasi produktif akibat penyakit yang sebenarnya bisa dicegah. Sebaliknya, dengan cakupan imunisasi yang tinggi, kita membangun generasi sehat sejak dini. Inilah fondasi penting untuk mencapai bonus demografi dan mendukung visi Indonesia Emas 2045,” tambah Putih Sari.

Pewarta : Fifi Abdurahman