Jakarta,GPriority.co.id – Deputi Perlindungan Khusus Anak Kementerian PPPA, Nahar mengungkapkan bahwa setidaknya ada 33 anak yang meninggal dunia dalam tragedi kerusuhan Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu malam, (1/10).
“33 anak meninggal dunia yang terdiri atas delapan anak perempuan dan 25 anak laki-laki, dengan rentang usia antara empat tahun sampai 17 tahun,” ucap Nahar yang dikutip dari sumber lain.
Beberapa pihak masih melakukan investigasi dan penyelidikan menyeluruh atas penyebab pasti terjadinya kerusuhan Kanjuruhan tersebut. Namun beredar kabar bahwa penyebab utama timbul dari kelalaian pihak keamanan dalam mengamankan aksi suporter yang turun ke lapangan.
Menteri PPPA Bintang Puspayoga turut menyampaikan rasa prihatin dan duka atas terjadinya tragedi kerusuhan Kanjuruhan, terlebih lagi korban didominasi oleh perempuan dan anak-anak.
KemenPPPA telah melakukan koordinasi dengan Kemenko PMK untuk pendataan sementara korban insiden Kanjuruhan yang didapatkan dari Posko Postmortem Crisis Center Pemerintah Kabupaten Malang.
Menurut data terbaru pada hari Selasa, total korban meninggal dunia mencapai 133 orang yang terdiri dari perempuan 42 orang, laki-laki 91 orang, dan 37 anak-anak dengan rentang usia 3-17 tahun, serta korban yang belum teridentifikasi usianya sebanyak 18 orang.
KemenPPPA juga berkordinasi dengan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Malang (Dinsos P3AP2KB) untuk memberikan pendampingan bagi korban dan keluarga korban pasca kerusuhan Kanjuruhan.
Pendampingan diberikan sesuai kebutuhan mulai dari pendampingan awal psikologis hingga bantuan santunan bagi korban dan keluarga korban yang terdampak kerusuhan Kanjuruhan.
Dalam pernyataannya di Jakarta, Senin, (3/10) Bintang mengatakan bahwa semua pihak untuk bersama menghadirkan stadion sepak bola yang ramah perempuan dan anak serta penyelenggaraan pertandingan yang memberikan perlindungan.
“Penyelenggara pertandingan harus memiliki panduan atau protokol perlindungan bagi kelompok rentan, khususnya anak-anak termasuk juga perempuan dan penyandang disabilitas,” kata Menteri PPPA Bintang Puspayoga. (Hn.KemenPPPA)
