Jakarta, GPriority.co.id – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memastikan bahwa kasus meninggalnya siswi SMKN 1 Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, bernama Bunga, bukan disebabkan oleh keracunan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dadan menyampaikan, saat ini kasus tersebut tengah ditangani oleh Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.
“Itu kan sudah dijelaskan dari sana bahwa itu tidak ada hubungan,” ucap Dadan di Kantor Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kamis (2/10).
Dia menambahkan, bahwa pihaknya sempat berinisiatif untuk menyelidiki penyebab kematian Bunga, dengan melakukan autopsi. Namun, orang tua siswi tersebut tidak mengizinkannya.
“Kemarin sebenarnya kita bertanya, tapi orang tuanya kan tidak boleh, tidak mengizinkan untuk autopsi. Jadi kami serahkan ke pemerintah setempat yang menyampaikan ya,” tuturnya.
Senada, Kepala Puskesmas Cihampelas, Edah Jubaidah juga menduga bahwa meninggalnya Bunga bukan karena keracunan MBG.
“Bisa jadi keracunan, cuma sepertinya bukan dari MBG. Karena jarak waktu dari makan MBG jauh, kemungkinan juga sudah mengonsumsi makanan lain selain MBG yang menyebabkan keracunan,” ujar Edah.
Hal serupa juga disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandung Barat, Lia Nurliana Sukandar. Dia menegaskan, Bunga meninggal bukan karena keracunan MBG.
“Bukan, bukan. Nggak ada kaitannya dengan itu (MBG),” pungkas Lia.
Pewarta : Fifi Abdurahman
