KKP dan Timor Leste Tanda Tangani SAP ISLME

Jakarta, Gpriority.co.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Pemerintah Timor Leste kembali menandatangani dokumen Indonesian Seas Large Marine Ecosystem (ISLME) Strategic Action Programme (SAP) di Jakarta, Selasa (16/1). Hal ini merupakan upaya memperkuat komitmen dalam menjaga kelestarian sumber daya laut secara berkelanjutan, khususnya di kawasan ISLME.

Dalam rilisnya, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, langkah ini sekaligus menjadi upaya KKP untuk mewujudkan ekonomi biru melalui penerapan penangkapan ikan terukur. Menteri Sakti juga menegaskan kerja sama itu sejalan dengan tujuan program prioritas ekonomi biru KKP yakni menjaga kelestarian ekosistem dan sumber daya laut.

Pelaksanaan SAP ISLME, jelas Sakti, merupakan kerja sama lanjutan antara Indonesia dan Timor Leste. Kerja sama sebelumnya berlangsung sejak 2019 hingga awal Januari 2024 dengan output berupa dokumen ilmiah Trans-boundary Diagnostic Analysis (TDA). Dokumen SAP berfokus pada upaya mempertahankan kelestarian perikanan, memulihkan biodiversitas habitat laut, menekan polusi laut, melestarikan spesies Endangered, Threatened and Protected (ETP) dan berbagai spesies kelautan penting lainnya, serta, penanganan berbagai dampak perubahan iklim.

Dokumen ini juga didukung The Global Environment Facility (GEF) bersama Badan Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO). Rajendra Aryal, Perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor-Leste mengungkapkan penandatangan dokumen SAP sebagai langkah nyata dalam mewujudkan pemanfaatan sumber daya laut berkelanjutan.

Sementara State Secretary fo Fisheries Timor Leste, Domingos da Conceicao dos Santos menyampaikan ISLME SAP ialah kesempatan baik bagi Timor-Leste untuk mendorong perikanan, budidaya dan pengelolaan habitat-habitat laut secara berkelanjutan. “SAP juga memberi banyak kesempatan untuk bekerjasama erat dengan Indonesia,” ujarnya.

Sebagai informasi, Kawasan ISLME merupakan satu dari 66 kawasan Large Marine Ecosystem di dunia yang terletak di pertemuan antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Kawasan ini meliputi batas administratif dua negara, yakni Indonesia dan Timor Leste dan mencakup sekitar 2,3 juta km², dengan 98% berada dalam perairan teritorial Indonesia, dan sekitar 2%-nya terletak di perairan teritorial Timor-Leste.

Foto : KKP