Komdigi Siapkan Internet 100 Mbps Seharga Rp100 Ribu

Kemkomdigi ungkap bahwa sekitar 60 juta warga Indonesia masih belum terkoneksi internet/Foto Istimewa Kemkomdigi ungkap bahwa sekitar 60 juta warga Indonesia masih belum terkoneksi internet/Foto Istimewa

Jakarta, GPriority.co.id – Komdigi (Kementerian Komunikasi dan Digital) dilaporkan sedang mempersiapkan internet dengan kecepatan 100 Mbps seharga Ro100 ribu, seperti dilansir dari CNBC pada Jumat (7/2).

Demi meningkatkan kecepatan internet fixed broadband di Indonesia dengan harga yang lebih terjangkau, pemerintah Indonesia melalui Komdigi akan melelang frekuensi 1,4 GHz pada kuartal pertama 2025.

Nantinya hasil lelang tersebut akan dialokasikan untuk Broadband Wireless Access (BWA). Menurut Dirjen Infrastruktur Digital Komdigi Wayan Toni Supriyanto, Komdigi menargetkan kecepatan minimal 100 Mbps dengan tarif sekitar Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu.

Kendati demikian, Wayan mengatakan jika lelang ini tidak ditujukan untuk layanan seluler, melainkan untuk meningkatkan konektivitas rumah tangga.

“Ini bukan untuk (layanan) seluler. Jadi sebenarnya kalau mereka akan membangun di sini, harus bawa fiber optik dulu. Lalu nanti dinaikkan (dipancarkan) ke rumah-rumah lewat akses internet,” jelas Wayan.

Adapun lelang ini dijadwalkan pada minggu ketiga Februari 2025, meliputi struktur alokasi frekuensi yang terbagi dalam tiga blok wilayah. Komdigi memperkirakan, akan ada tiga pemenang yang terpilih.

Kecepatan Internet di Indonesia Masih Tertinggal

Sebagai informasi, sampai saat ini penetrasi fixed broadband di Indonesia masih rendah, hanya 21,31% dari total 69 juta rumah tangga, dengan kecepatan rata-rata 32,10 Mbps. Kecepatan ini tertinggal jauh jika dibandingkan dengan negara tetangga.

Disamping itu, biaya penggelaran jaringan dan harga layanan yang tinggi pun menjadi kendala utama, terutama di daerah rural dan sub-urban Indonesia. Oleh karenanya, Komdigi berinisiasi untuk menerapkan kebijakan yang memungkinkan warga Indonesia untuk mendapat akses internet yang lebih cepat dan murah.

Dalam hal ini terutama bagi masyarakat kelas menengah ke bawah yang memiliki daya beli terbatas.

“Dibutuhkan sebuah terobosan kebijakan untuk mendorong pembangunan layanan akses internet di rumah secara masif dan cepat dengan biaya yang relatif terjangkau sesuai kemampuan masyarakat,” tulis Komdigi dalam siaran persnya, seperti dikutip dari Merdeka.

Foto : Ilustrasi/Pixabay