Kritik Kinerja BUMN, Prabowo Ingin Swasta Ambil Alih?

Kritik Kinerja BUMN, Prabowo Ingin Swasta Ambil Alih? Kritik Kinerja BUMN, Prabowo Ingin Swasta Ambil Alih?

Jakarta, GPriority.co.id – Presiden Prabowo belum lama ini mengkritik kinerja dari sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Membandingkan BUMN dengan swasta, Prabowo menilai jika pada bidang konstruksi pembangunan fisik, menurutnya perusahaan swasta nasional maupun internasional lebih modern dan efisien.

Selain itu Prabowo menilai, swasta juga dapat lebih tepat waktu menyelesaikan proyek. Terlebih anggarannya juga lebih hemat. Sementara itu, kinerja perusahaan konstruksi BUMN dalam mengerjakan proyek negara menurutnya tidak optimal.

“Seringkali BUMN-BUMN ini merasa kalau dia kerjanya lambat, itu tidak apa-apa. Kalau nanti boros, tidak apa-apa. Karena ada menteri keuangan yang akan memberi PMN,” sindir Prabowo.

PMN sendiri merupakan pemisahan kekayaan negara dari APBN, untuk dijadikan modal bagi perusahaan BUMN.

Menyikapi hal ini, pemerintah ke depannya berencana akan membuka lebih banyak peluang untuk swasta. Salah satunya dengan mempermudah perizinan dan regulasi. Ditambah lagi, pemerintah juga akan mendorong investasi pada sektor infrastruktur.

Pemerintah mengatakan akan siap berinvestasi langsung dengan dana riil. Hal ini guna menciptakan rasa percaya dari mitra strategis, baik pihak dalam negeri maupun asing.

“Untuk swasta dari dalam dan luar negeri, agar tertarik, maka pemerintah harus mempermudah pekerjaan mereka. Jadi saya menyambut baik pusat-pusat atau kantor-kantor untuk memfasilitasi semua proyek. Nanti dibantu diamankan, dijaga, supaya tidak terganggu rencana besar pembangunan tersebut,” jelas Prabowo.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga telah mencabut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 34 Tahun 2022, terkait pemberian Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp3 triliun kepada PT Waskita Karya Tbk.

Foto : Dok. Kemhan