Kurangi Emisi, Indonesia Memulai Perdagangan Karbon Internasional

Kurangi Emisi, Indonesia Mulai Perdagangan Karbon Internasional Kurangi Emisi, Indonesia Mulai Perdagangan Karbon Internasional

Jakarta, GPriority.co.id – Demi kurangi emisi, Indonesia akan memulai perdagangan karbon internasional untuk pertama kalinya.

Indonesia akan meluncurkan inisiatif perdagangan karbon internasional pertamanya pada (20/1), melalui IDX Carbon.

Peradagangan karbon internasional ini akan melibatkan proyek-proyek energi strategis untuk memenuhi target iklimnya, seperti dilansir dari Antara.

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengonfirmasi inisiatif tersebut, yang bertujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

Hal tersebut sejalan dengan tujuan Kontribusi Nasional yang Ditentukan (NDC) dan didukung oleh Sistem Registri Nasional (SRN) dan infrastruktur lainnya.

Proyek-proyek utama meliputi Pembangkit Listrik Minihidro Gunung Wugul, yang mengurangi 5.000 ton setara CO2, pembangkit bertenaga gas seperti Blok Priok 4, dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas, serta Uap (PLTGU) Muara Karang Blok 3, dengan potensi pengurangan gabungan sebesar 750.000 ton setara CO2.

Perdagangan karbon internasional berupaya untuk memberi insentif pengurangan emisi dan mempercepat dekarbonisasi sektor energi.

Manfaat Perdagangan Karbon Internasional

Perdagangan karbon internasional adalah aktivitas jual-beli kredit karbon antara negara-negara untuk mengurangi emisi karbon. 

Perdagangan ini dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi dampak perubahan iklim. 

Beberapa manfaat perdagangan karbon internasional diantaranya membantu mengurangi emisi gas rumah kaca global, membantu meminimalkan dampak perubahan iklim, juga membantu mengontrol jumlah emisi yang dihasilkan oleh negara-negara di dunia.

Perkembangan konsep perdagangan karbon pertama kali dibicarakan dalam Protokol Kyoto pada tahun 1997.

Kemudian Protokol Kyoto digantikan oleh Perjanjian Paris atau Paris Agreement 2015. Sejak itu, sistem perdagangan emisi di seluruh dunia terus meningkat.

Perdagangan karbon (carbon trading) adalah pembelian dan penjualan kredit atas pengeluaran karbon dioksida atau gas rumah kaca. 

Foto : Istimewa