Langka, Sinead O’Connor Idap Agoraphobia

Agoraphobia atau gangguan kecemasan adalah situasi dimana seseorang merasa takut atau cemas berlebihan pada tempat atau situasi tertentu. Biasanya penderitanya merasa panik, malu, tidak berdaya, atau terperangkap.

Hal tersebut seperti yang dialami oleh penyanyi dan penulis lagu asal Irlandia, Sinead O’Connor. Ia mengaku alami gangguan mental yang membuatnya merasa cemas, yaitu agoraphobia.

Sinead O’Connor sempat mengeluh kelaparan dalam akun twitternya lantaran menderita agoraphobia yang membuatnya tak bisa keluar rumah. Diketahui penderita agoraphobia kerap menghindari tempat yang membuatnya panik seperti keramaian.

“Aku diam-diam hidup dalam trauma akut yang melumpuhkanku secara fisik selama beberapa tahun. Akhir-akhir ini bahkan aku tak bisa pergi ke supermarket karena agoraphobia yang ku derita. Aku sangat kelaparan,” tulisnya dikutip dari Twitter pribadinya, Jumat (16/10/2020).

Pelantun Nothing Compares 2 U tersebut juga bertanya kepada penggemarnya terkait layanan pesan antar untuk penderita gangguan mental. Beberapa penggemarnya pun merasa khawatir dengan kondisinya tersebut.

Perasaan takut dan cemas penderita agiraphobias bisa berbeda-beda tergantung situasi atau tempat tertentu. Jika yang dialami oleh Sinead O’Connor ia merasa takut dan panik saat berada dikeramaian.

Penderita agoraphobia juga ada yang merasa takut dan cemas berlebihan pada beberapa tempat seperti ruangan tertutup, kondisi yang membuatnya sulit mendapatkan pertolongan, dan merasa takut pada hal-hal yang lebih spesifik, seperti darah atau hewan tertentu.

Ada beragam gejala fisik yang dialami penderita dan hampir mirip sama dengan serangan panik, seperti jantung terasa berdebar-debar, napas menjadi cepat, nyeri dada, tubuh terasa panas dan berkeringat, sakit perut atau diare, kesulitan menelan atau tersedak.

Penderita agorafobia juga umumnya akan merasa malu, terlihat bodoh, dan kehilangan pikiran yang jernih. Gejala tersebut akan hilang ketika penderita berhenti memikirkan atau keluar dari tempat dan kondisi tersebut.

Belum diketahui secara pasti penyebab munculnya agoraphobia. Namun ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena agoraphobia, yaitu adanya rasa takut akan menjadi korban tindakan kriminal, mengalami kecelakaan, trauma akan kejadian yang pernah dialami seperti kehilangan anggota keluarga atau mengalami penyiksaan.

Kemudian pernah mengalami gangguan mental lain seperti depresi, memiliki anggota keluarga yang menderita agoraphobia, dan memiliki hubungan yang tidak bahagia dengan pasangan.

Kondisi ini dapat dialami seseorang sejak masih kecil, namun lebih sering terjadi pada wanita yang berusia remaja atau dewasa muda kurang dari 35 tahun.

Untuk mengobati penyakit ini ada beberapa metode yang dapat dilakukan, seperti konseling dengan psikolog dan psikiater, meminum obat yang dianjurkan dokter, dan program bantuan mandiri seperti mengubah gaya hidup dan lain-lain.

Sampai saat ini belum ditemukan secara pasti cara untuk mencegah agoraphobia. Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menurunkan intensitas rasa cemas dan takut yang muncul.

Diantara yaitu jangan menghindari pergi ke suatu tempat atau melakukan hal tertentu yang sebenarnya aman dan normal, bicarakan dan mintalah bantuan keluarga atau teman dekat untuk membantu mengatasi rasa cemas, berkonsultasilah dengan psikolog atau psikiater.(Dwi)

Related posts