Lestarikan Kuliner Khas Betawi dengan Talkshow dan Cooking Competition

Jakarta,Gpriority- Kuliner menjadi salah satu aspek kehidupan bagi seluruh masyarakat, apalagi kuliner khas dari berbagai daerah salah satunya Betawi yang saat ini mulai dilupakan oleh generasi milenial.

Maka dari itu para penggiat berusaha membangkitkan kembali ragam kuliner khas betawi dengan menyelenggarakan talkshow & Cooking Competition: Perayaan Kreativitas & Inovasi “Kuliner Betawi” di Masa Pandemi untuk Milenial, di The Sultan Hotel & Residence Jakarta, Rabu (01/11/21)

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Indopos Online, yang diikuti oleh peserta kompetisi lomba masak dari anggota PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Masyarakat) enam wilayah Jakarta dan Kepulauan Seribu, serta para istri Wali Kota/Bupati.

Ketua Penyelenggara Webinar & Cooking Competition Timur Arif mengatakan, acara ini untuk menghimpun kembali kuliner Betawi dengan mengedepan kreativitas, inovasi dan menyesuaikan zamannya.

“Kami ingin memperkenalkan kuliner Betawi ke generasi milenial yang menjadi konsen sejumlah program kami,” katanya.

Selain, itu kuliner Betawi yang kaya akan rempah tentunya juga bisa menjadi imun booster saat pandemi seperti saat ini.

Ketua TP PKK Provinsi DKI Jakarta, Fery Farhati dalam sambutannya secara virtual mengatakan bahwa dirinya berterima kasih, dan mengapresiasi seluruh pihak yang telah mewujudkan acara tersebut.

“Terima kasih atas perhatian yang diberikan untuk kelestarian kuliner betawi, bagi saya mencintai budaya kuliner adalah cara mencintai budaya yang paling menyenangkan, tidak perlu berfikir terlalu rumit, cukup mengandalkan indera perasa dan cukup dengan mencicipi rasa,” ujarnya.

Lebih lanjut Ia menuturkan bahwa mencintai budaya kuliner cukup mengandalkan indera perasa, dengan mencicipinya saja kita akan langsung teringat dengan betapa kayanya rempah, bumbu, dan bahan masak yang ada di bumi Indonesia ini.

Salah satu narasumber dalam talkshow tersebut, JJ Rizal yang merupakan sejarawan mengatakan bahwa acara seperti ini sangat penting dan harus dilakukan secara rutin agar kuliner Betawi dapat dikenal lebih oleh masyarakat..

“Acara kayak gini penting, pertama harus dilakukan secara rutin, kedua pesertanya diperbanyak, trus presentasinya diperkaya,diperkenalkan maknanya, jadi maksudnya sejarahnya dari kawasan mana, bahkan kalau perlu cerita bahannya dapat dari mana dari lingkungan mana, dari Jakarta atau dari mana,” tandasnya. (Dw.foto.dok.Dw)