Main-Main di Cipete Volume 20 Sukses Hadirkan 5 Musisi Bertumbuh Indonesia

Main-Main di Cipete Vol.20. Foto: istimewa Main-Main di Cipete Vol.20. Foto: istimewa

Jakarta, GPriority.co.id – Program musik mingguan Main-Main di Cipete kembali hadir dengan suguhan spesial pada volume ke-20, Senin malam (14/7).

Bertempat di Casatopia Cafe, lima musisi bertumbuh tanah air yakni Tri Alxndr, Weekend By Evidence, Randa Oktovandy, Kidunghara, dan grup band veteran Wayang, sukses memikat penonton lewat penampilan energik dan kolaboratif.

Acara yang digagas oleh Reallist Management ini kembali membuktikan eksistensinya sebagai ruang kreatif yang konsisten mendukung musisi independen tampil langsung di hadapan publik. Dipandu oleh Eno Suratno Wongsodimedjo dan Nurgi Ceper, acara berlangsung hangat dan penuh semangat.

Penampilan dibuka oleh solois pendatang baru Tri Alxndr yang memperkenalkan single terbarunya bertajuk “Kamu Lupa”. Membawakan gaya pop melankolis, Tri sukses menciptakan suasana reflektif di awal acara.

Berikutnya, giliran band alternatif asal Jakarta, Weekend By Evidence, yang menghidupkan suasana dengan nomor-nomor dari album Wanderlust. Aksi panggung mereka membawa nostalgia era 90-an, namun tetap relevan dengan sentuhan modern.

Panggung kemudian diisi oleh Randa Oktovandy. Mantan gitaris yang kini bersolo karier ini tampil bersama musisi kolaboratornya, Frietsa Rianty, membawakan lagu “Labil”—sebuah tembang pop folk dengan lirik emosional yang menyoroti dinamika hubungan asmara.

Tak kalah menarik, solois Kidunghara hadir dengan gaya retro yang menjadi ciri khasnya. Ia menggandeng penyanyi Gloria Jessica dalam membawakan “Kanvas Abadi”, lagu yang menyuguhkan nuansa musik 50-an dalam balutan lirik puitis dan aransemen minimalis.

Sebagai penutup, grup band pop legendaris Wayang menghadirkan puncak acara dengan membawakan lagu-lagu nostalgia seperti “Dongeng” dan “Damai” dalam format aransemen baru. Mereka juga mempersembahkan lagu “Cinta Pertama” bersama penyanyi muda Lovely Bustamar, yang memberi sentuhan segar dalam kolaborasi lintas generasi.

Aksi mereka mendapat sambutan meriah dari para penonton, memperkuat posisi Main-Main di Cipete sebagai ajang yang menjembatani berbagai generasi dalam menikmati musik orisinal Indonesia.

Sebagai acara terbuka tanpa tiket, Main-Main di Cipete tak hanya menjadi platform bagi musisi independen, tetapi juga wadah memperkuat jejaring komunitas seni dan budaya. Informasi terkait agenda berikutnya dapat diakses melalui akun resmi Instagram mereka di @main.main.di