Amerika Serikat, GPriority.co.id – Penyanyi Taylor Swift dalam sebuah wawancara beberapa waktu lalu mengungkapkan jika dirinya memiliki obsesi terhadap satu makanan yang ternyata bermanfaat untuk menurunkan kolesterol dan tekanan darah.
Dalam sebuah episode di podcast “New Heights” milik tunangannya, Travis Kelce, Swift menyebut dirinya sangat menyukai roti sourdough, bahkan menyebut roti tersebut sebagai 60 persen dari hidupnya.
“Roti sourdough telah menguasai hidupku,” tuturnya.
Berbeda dengan roti pada umumnya, roti sourdough terbuat dari campuran tepung, air, garam, dan tidak menggunakan ragi atau bahan kimia tambahan lainnya untuk mengembang. Alih-alih membeli, Swift bahkan membuat sendiri roti sourdoughnya dengan berbagai rasa.
Mulai dari lemon blueberry, cinnamon swirl, serta funfetti. Tunangan Swift, Travis Kelce, menyebut rasa blueberry sebagai favoritnya. Roti buatan Swift bahkan juga muncul dalam video musiknya yang berjudul “The Fate of Ophelia” (pada menit 0:24).

Untuk membuat roti sourdough yang lezat, campuran tepung dan air dibiarkan pada suhu ruangan selama sekitar satu minggu, untuk kemudian difermentasi dan menghasilkan bakteri serta ragi alami.
Selama fermentasi, protein dalam tepung dipecah menjadi peptida. Penelitian menyebut, peptida dapat menghambat kerja enzim pengubah angiotensin atau ACE. Enzim tersebut menyempitkan pembuluh darah yang memiliki kontribusi pada peningkatan tekanan darah.
Pada penelitian yang sama menunjukkan bahwa roti sourdough yang dibuat dengan strain bakteri asam laktat tertentu cenderung memiliki tingkat peptida penghambat yang lebih tinggi dan senyawa yang disebut GABA atau asam gamma-aminobutyric, yang memiliki efek menenangkan pada sistem saraf.
Selain itu, roti sourdough juga berfungsi sebagai prebiotik yang memberi makan bakteri usus yang baik. Mikrobioma usus yang sehat berkaitan dengan berkurangnya peradangan serta peningkatan kesehatan metabolisme dan berkaitan dengan risiko penyakit jantung yang lebih rendah.
Proses fermentasi roti sourdough yang lambat memecah sebagian gluten dan pati, sehingga lebih mudah dicerna dan kecil kemungkinannya untuk menyebabkan kembung. Fermentasi roti sourdough juga menurunkan indeks glikemik roti yang artinya, gula dilepaskan lebih lambat ke aliran darah dan membantu mencegah lonjakan kadar gula darah.
Sehingga, roti jenis ini lebih direkomendasikan untuk penderita diabetes dan resistensi insulin. Fermentasi juga membantu tepung melepaskan mineral, seperti zat besi, seng, serta magnesium, sehingga lebih mudah diserap tubuh sekaligus mengurangi fitat dan senyawa lain yang dapat mengikat mineral dan mengganggu penyerapannya.
Sebagai informasi, setiap potong roti sourdough mengandung sekitar 80 hingga 100 kalori dan 1-2 gram serat. Terbuat dari biji-bijian utuh yang kaya akan serta larut, roti ini diklaim dapat menurunkan kadar kolesterol karena kandungan seratnya yang mengikat kolesterol dalam sistem pencernaan, sehingga dapat mengurangi jumlah yang diserap ke dalam aliran darah.
Kandungan seratnya yang tinggi juga dapat meningkatkan kesehatan bakteri usus serta menjaga pergerakan usus. Jika dibandingkan roti putih yang dipecah oleh tubuh dengan cara yang mirip dengan proses pengolahan gula dan dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL), roti sourdough memiliki kandungan yang lebih sehat.
