Masih Mau Olahraga Berlebihan? Ini Dampak yang Akan Terjadi Pada Tubuh Anda!

Jakarta, GPriority.co.id – Baru-baru ini publik India sedang digemparkan dengan berita seorang pria asal Bengaluru yang meninggal pada 2 Februari kemarin, akibat olahraga berlebihan. Pria bernama Anil Kadsur itu, meninggal secara mendadak, setelah lebih dari 1.000 hari, menerapkan bersepeda sejauh 100 Kilometer tanpa hari istirahat.

Selain di India, anda mungkin masih ingat terkait kematian artis tanah air, Ashraf Sinclair, yang meninggal mendadak karena serangan jantung. Ashraf diduga terlalu lelah karena melakukan olahraga berlebihan berjenis crossfit, disaat ia kurang tidur. Bahkan, instrukturnya juga diketahui meninggal mendadak karena olahraga ekstrim tersebut.

Meski berolahraga sangat penting bagi tubuh untuk menjaga kebugaran, namun sebenarnya apa saja dampak dari olahraga secara berlebihan bagi tubuh?

Berikut ini beberapa dampak bahaya yang akan terjadi pada tubuh anda, jika olahraga secara berlebihan :

1. Cedera Fisik
Olahraga berlebihan meningkatkan risiko cedera akut dan kronis, termasuk ketegangan otot, keseleo, patah tulang karena stres, dan tendonitis. Mendorong tubuh melampaui batas kemampuannya tanpa istirahat dan pemulihan yang cukup, dapat menyebabkan cedera akibat penggunaan berlebihan dan kerusakan jangka panjang pada sendi, otot, dan jaringan ikat.

2. Kelelahan Kronis
Terus-menerus melakukan latihan intensitas tinggi tanpa istirahat yang cukup, dapat menyebabkan kelelahan, bahkan hingga mengalami kelelahan kronis. Olahraga berlebihan juga mengganggu pola tidur dan mengganggu pemulihan, membuat individu terus-menerus merasa lelah dan lelah.

3. Sistem Kekebalan Tubuh Melemah
Olahraga yang intens dan berkepanjangan dapat menekan sistem kekebalan tubuh, membuat individu lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit.

4. Ketidakseimbangan Hormon
Olahraga berlebihan dapat mengganggu keseimbangan hormonal, terutama pada wanita. Atlet wanita mungkin mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur, amenore (tidak menstruasi), dan ketidakseimbangan hormon akibat latihan berlebihan dan rendahnya kadar lemak tubuh. Pada pria, olahraga berlebihan dapat menyebabkan rendahnya kadar testosteron saat istirahat, perubahan sumbu hipotalamus-hipofisis-gonad (HPG), dan menunjukkan hipogonadisme.

5. Masalah Kardiovaskular
Olahraga yang intens dan berkepanjangan dapat memberikan tekanan berlebihan pada sistem kardiovaskular, menyebabkan peningkatan detak jantung, tekanan darah tinggi, dan peningkatan risiko masalah jantung, termasuk aritmia, kerusakan miokard, dan serangan jantung mendadak.

6. Masalah Kesehatan Mental
Olahraga berlebihan sering dikaitkan dengan masalah psikologis, termasuk kecanduan olahraga, dismorfia tubuh, dan perilaku obsesif-kompulsif. Individu mungkin mengembangkan obsesi yang tidak sehat terhadap olahraga, mengalami kecemasan, rasa bersalah, dan gejala penarikan diri ketika tidak dapat berolahraga.

Foto : NOOGAtoday