Menjadi pers di tengah pandemi virus covid-19 miliki banyak tantangan tersendiri. Selain itu, membangun model media massa yang berkelanjutan pun menjadi arti penting bagi keberhasilan pers dalam menyampaikan informasi di tengah masyarakat. Pers sendiri sebagai garda terdepan, pasalnya, pers sebagai perantara antara narasumber dan masyarakat.
Mengingat pentingnya hal itu, maka diadakan diskusi-diskusi terkait pertahanan media massa di tengah pandemi seperti saat ini. Maka dari itu, diselenggarakanlah sebuah konvensi Nasional Media Massa dengan tema “Membangun Model Media Massa yang Berkelanjutan”. Acara ini merupakan hari kedua dalam rangkaian perayaan hari pers nasional. Diadakan di Hotel Claro, Kendari, Selasa(8/1/22). Tidak lupa, acara ini pun dapat dihadiri melalui daring, melalui link zoom yang disediakan.
Dalam diskusi, dibahas kiat-kiat membangun model media massa yang berkelanjutan agar para pengelola media massa tidak tergerus oleh lemahnya nilai ekonomi yang dipengaruhi karena pandemi.
“Di tengah pandemi ini, media massa terkesan stag di tengah jalan, hingga income iklan yang masuk miliki perubahan tersendiri. Inilah yang harus diperhatikan setiap media massa. Jangan sampai menjadi penghalang di dalam perjalanannya.” ujar Dahlan Dani selaku CEO Tribun Network di dalam diskusi.
Seharusnya, peran media massa bukan sekadar menulis berita, namun harus bisa lebih dari itu agar menarik perhatian publik. Dahlan mengungkapkan bahwa untuk saat ini, media massa hanya 35 persen serap income pemasukan dari iklan publik serta advertorial. Itulah yang harus dipertimbangkan dari setiap media massa yang ada di Indonesia.(Ega.Foto.Istimewa)
