Penulis: Dimas | Editor: Lina F | Foto: Kemenag
Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyapaikan pesan universal tentang Indonesia milik semua agama.
Hal ini disampaikan Yaqut saat menyapa ribuan jemaat Gereja Mawar Sharon (GMS) Surabaya, Jawa Timur, Minggu (30/7).
“Kami ingin menyampaikan kepada publik bahwa Kemenag milik semua agama. Yang lebih spesial saya diundang sendiri oleh Pendeta dan saya hadir bersama istri dan Staf Khusus Menteri Agama Abdul Qadir dan Wibowo Prasetyo,” kata Yaqut.
Dihadapan ribuan jemaat, Yaqut yang didampingi oleh sang Istri mengungkapkan saat ini sedang merayakan ulang tahun pernikahan ke-20.
“Kami berdua baru merayakan ulang tahun pernikahan ke-20. Dan hari ini kami merayakannya bersama jemaat GMS Surabaya. Ini kali pertama kami merayakan ulang tahun peniikahan di dalam gereja,” ujarnya.
Dirinya bersyukur kehadiran ini sekaligus peresmian yang dilakukan pemerintah untuk GMS Surabaya.
Ia berpesan kita umat bergama yang meyakini agama masing-masing dan meyakini agama kita paling benar. “Dengan saling menyakini agama masing-masing itulah kita bersaudara, ” tegasnya.
Lebih lanjut, Yaqut juga mengingatkan bahwa perbedaan menjadi ciri bangsa Indonesia yang berdiri karena perbedaan suku, bahasa dan agama.
“Ini adalah takdir Indonesia sebagai bangsa dengan masyarakatnya yang majemuk. Kalau ada kelompok yang ingin merusak kebhinekaaan itu berarti dia ingin Indonesia bubar. Kita selalu menginginkan Indonesia tegak berdiri. Pendiri bangsa ini berasal dari berbagai agama. Saya ingin menegaskan negeri ini adalah hak seluruh umat bergama. Tidak boleh ada satu agama menghalangi ibadah umat bergama yang berbeda, ” tegas Gus Men panggilan akrabnya.
Di rumah ibadah GMS dengan kapasitas enam ribu jemaat itu Menag mengajak segenap umat nasrani melawan pihak-pihak yang ingin merusak dan mencegah keberagaman di Indonesia, apalagi sampai mempersulit umat dalam beribadah.
“Kita sudah mengusulkan kepada presiden terkait kemudahan dalam mendirikan rumah ibadah dan saat ini dalam proses harmonisasi yakni salah satu klausul rekomendasi cukup dari Kemenag saja. Kami berharap ini akan mempermudah saudara kita mendirikan rumah ibadah dalam upaya menjaga pluralitas negara ini, ” kata Menag.
Usai menghadiri peresmian GMS dan menyapa jemaat, Gus Men dan rombongan menyempatkan meninjau Buddhayana Culture Expo yang digelar dalam rangka memperingati 100 tahun pelopor kebangkitan Agama Buddha Indonesia di mall Pakuwon Surabaya.
