Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mendorong agar Sistem Resi Gudang (SRG) dimanfaatkan secara optimal oleh Perum Bulog untuk menyimpan komoditas pangan seperti gabah, beras, dan jagung.
Menurutnya, sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam strategi penguatan cadangan pangan nasional, sekaligus mendukung Program Asta Cita Presiden RI di bidang swasembada pangan.
“Gudang-gudang SRG saat ini dimanfaatkan Bulog yang membutuhkan dukungan infrastruktur penyimpanan yang memadai. SRG telah menjadi bagian penting dalam memperkuat cadangan pangan,” ujar Mendag Busan usai meninjau Gudang SRG Kecamatan Glumpang Tiga di Kabupaten Pidie, Aceh, Senin (23/2).
Di Kabupaten Pidie, gudang SRG saat ini menampung 2.300 ton beras Bulog untuk mendukung program bantuan pangan periode Februari–Maret 2026.
Selain Pidie, pemanfaatan gudang SRG oleh Bulog juga dilakukan di sejumlah wilayah lain di Aceh.
Gudang SRG di Pidie Jaya tercatat menyimpan 1.817 ton beras, sedangkan di Bireuen sebanyak 1.394 ton. Optimalisasi ini dinilai sebagai langkah konkret dalam pengelolaan stok dan distribusi pangan secara lebih efektif.
Mendag menilai, peran SRG tidak hanya sebagai tempat penyimpanan, tetapi juga sebagai instrumen manajemen stok nasional.
Lebih lanjut, Mendag Busan menegaskan bahwa pemanfaatan SRG akan dilakukan secara berkelanjutan dalam siklus pengelolaan cadangan beras nasional.
“Setelah stok tersalurkan, gudang akan diisi kembali dari panen 2026. Artinya, SRG menjadi bagian dari sistem pengelolaan cadangan pangan yang berkesinambungan,” tegasnya.
Gudang SRG Kabupaten Pidie sendiri dibangun melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) Kementerian Perdagangan Tahun Anggaran 2010. Gudang tersebut telah memperoleh persetujuan sebagai gudang SRG dari Bappebti dan saat ini dikelola oleh Koperasi Jasa Beumakmu.
Pemanfaatan gudang tersebut difokuskan untuk penyimpanan beras dalam mendukung Program Swasembada Pangan Bulog.
