Jakarta, GPriority.co.id – Siapa yang tak mengenal Sejarah Tupperware? Produk legendaris yang dipakai hampir di semua kalangan masyarakat di berbagai negara ini, belum lama mengejutkan publik usai mengumumkan gulung tikar alias bangkrut.
Alat makan yang dikenal sebagai kesayangan kaum ibu-ibu ini dikenal karena produknya yang awet, tidak gampang pecah, serta tahan panas. Karena kualitasnya tersebut, tak heran jika kemudian banyak orang yang menjadi Tupperware sebagai primadona.
Sayangnya, belum lama ini Tupperware resmi mengajukan pailit (bangkrut) ke Pengadilan AS.
Bagaimana sejarah Tupperware ?
Sejarah Tupperware diciptakan oleh Earl Silas Tupper, seorang pebisnis kelahiran Amerika Serikat (AS), yang telah berkarier di industri plastik selama bertahun-tahun.
Earl awalnya mendirikan Earl S Tupper Company, sebuah perusahaan plastik, dan mematenkan produknya dengan nama Poly-T pada tahun 1938.
Kemudian pada tahun 1946, Earl meluncurkan Tupperware. Produk pertamanya merupakan wadah penyimpan makanan Wonderlier Bowl dan Bell Tumbler. Produk ini diklaim berasal dari plastik tahan lama dan tidak mudah pecah, yang dikembangkan oleh Earl.
Pasca Perang Dunia II, wanita dianjurkan untuk menetap di rumah. Hal ini kemudian menjadi peluang untuk Tupperware untuk memasarkan produknya ke ibu rumah tangga.
Kala itu, Brownie memperkenalkan produk Tupperware dengan mengadakan ‘Tupperware Home Party’.
Konsep pesta tersebut ialah mengundang teman-teman atau tetangga untuk berkumpul, dan menikmati makanan serta minuman, sambil melihat demonstrasi produk Tupperware.
Sayangnya, hubungan Earl dan Brownie renggang hingga akhirnya Brownie dipecat pada tahun 1958.
Usai puluhan tahun bertahta, pada 18 September 2024 kemarin, akhirnya Tupperware mengajukan kebangkrutannya.
Hal itu dikarenakan Tupperware menghadapi banyak masalah seperti jumlah penjualan yang menurun tajam, penurunan konsumen produk rumah tangga, serta merek yang tidak terhubung dengan konsumen dari kalangan anak muda.
Meski sempat melakukan rebranding dengan produk yang lebih trendy, sayang usaha Tupperware gagal.
Tak sampai disitu, Tupperware juga mem-PHK sebanyak 150 orang karyawannya. Bahkan dalam 3 tahun terakhir, Tupperware juga telah kehilangan kapitalisasi pasarnya hingga 95%.
Saat ini market cap Tupperware berada di angka $23,73 juta.
Foto : Tupperware
